KOMUNITAS HOBBIYST ELEKTRONIKA - KHE
Diskusi Elektronika => Kategori Radio => Pemancar (Transmitter) => Topik dimulai oleh: Machmud pada Oktober 22, 2010, 04:28:55 PM
-
Perizinan di bidang Standardisasi Pos dan Telekomunikasi berupa sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi. Sertifikasi merupakan suatu proses permohonan, pengujian dan penerbitan sertifikat alat dan perangkat telekomunikasi. Sertifikat sebagai bukti bahwa alat dan perangkat telekomunikasi telah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan.
Dasar hukum dari kegiatan sertifikasi adalah UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan petunjuk pelaksanaannya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 29 Tahun 2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat. Tarif sertifikasi diatur di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Departemen Komunikasi dan Informatika.
Di dalam Pasal 32 ayat (1) UU No. 36 Tahun 1999 dinyatakan bahwa Perangkat telekomunikasi yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukkan dan atau digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia wajib memperhatikan persyaratan teknis dan berdasarkan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Persyaratan teknis tersebut meliputi persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi untuk keperluan penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, serta penyelenggaraan telekomunikasi khusus.
Persyaratan teknis dimaksudkan untuk:
1. Menjamin keterhubungan dalam jaringan telekomunikasi
2. Mencegah saling mengganggu antar alat dan perangkat telekomunikasi
3. Melindungi masyarakat dari kemungkinan kerugian yang ditimbulkan akibat pemakaian alat dan perangkat telekomunikasi
4. Mendorong berkembangnya industri, inovasi dan rekayasa teknologi telekomunikasi nasional
Prosedur atau mekanisme sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 10 Tahun 2005 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi. Di dalam Peraturan Menteri Perhubungan tersebut diatur antara lain tentang tata cara, persyaratan sertifikasi, pemohon dan kewajiban pemegang sertifikat.
Salah satu faktor penting dalam sertifikasi ini adalah pelabelan alat dan perangkat telekomunikasi yang telah mendapat sertifikat. Tujuan pelabelan adalah untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dan pengawasan di pasar.
-
Biaya Sertifikat Alat/Perangkat Telekomunikasi
1. Customer Premises Equipment (CPE) Kabel Per Sertifikat/Tipe : Rp 2.250.000,-
2. Customer Premises Equipment (CPE) Nirkabel Per Dertifikat/Tipe : Rp : 4.500.000,-
3. Non-CPE Transmisi Per Sertifikat/Tipe : Rp 6.000.000,-
4. Non-CPE Penyiaran Per Sertifikat/Tipe : Rp 6.750.000,-
5. Non-CPE Sentral Per Sertifikat/Tipe : Rp 9.000.000,-
Jasa Pengujian Alat/Perangkat Telekomunikasi
* Biaya Uji Kategori I
1. Pencatat Data Pembicaraan Telepon Per Tipe : Rp 3.500.000,-
2. Faksimili Per Tipe : Rp 4.000.000,-
3. Faksimili dengan fasilitas Bluetooth Per Tipe : Rp 5.000.000,-
4. Faksimili dengan fasilitas Cordless Per Tipe : Rp 6.000.000,-
5. Faksimili dengan fasilitas Cordless dan Bluetooth Per Tipe : Rp 8.000.000,-
6. Pesawat Telpon Analog (Pespon) Per Tipe : Rp 3.500.000,-
7. Pesawat Telpon/Key Telphone System (KTS) s.d 20 port Per Tipe : Rp 4.500.000
8. Pesawat Telpon Umum Multi Koin Per Tipe : Rp 4.000.000,-
9. Komunikasi Data Per Tipe : Rp 3.000.000
10. Modem Per Tipe : Rp 4.500.000,-
11. Pesawat Cordless Telephone/Telepon Tanpa Kabel Publik (TTKP) Per Tipe : Rp 4.000.000,-
12. Pesawat Telpon Selular 1 Band Per Tipe : Rp 4.500.000,-
13. Pesawat Telpon Selular 2 Band Per Tipe : Rp 6.000.000,-
14. Pesawat Telpon Selular 3 Band Per Tipe : Rp 7.500.000,-
15. Pesawat Telpon Selular 4 Band Per Tipe : Rp 9.000.000,-
16. Pager Per Tipe : Rp 3.500.000,-
17. Pesawat Daya Rendah (Kurang dari atau sama dengan 100 mW) Per Tipe : Rp 2.000.000,-
18. Bluetooth Per Tipe : Rp 2.000.000,-
19. Radio Trunking Per Tipe : Rp 4.000.000,-
20. Terminal Radio Komunikasi Handheld Per Tipe : Rp 4.000.000,-
21. Terminal Radio Komunikasi Portable Per Tipe : Rp 6.000.000,-
22. Wireless Local Area Network (LAN) Indoor Per Tipe : Rp 4.000.000,-
23. Wireless Local Area Network (LAN) Outdoor Per Tipe : Rp 6.000.000,-
24. Perangkat Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP) Per Tipe : Rp 4.000.000,-
25. Radi Amatir Per Tipe : Rp 4.000.000,-
26. Very Small Apperturne Terminal (VSAT) Per Tipe : Rp 6.000.000
27. Interace Radio Access Per Tipe : Rp 4.000.000,-
28. Booster Per Tipe : Rp 2.000.000,-
29. Rectifier Per Tipe : Rp 7.000.000,-
30. Terminal Satelit (Satellite Terminal) Per Tipe : Rp 4.500.000,-
31. Penerima Satelit (Satellite Receiver) Per Tipe : Rp 6.000.000,-
32. Repeater Per Tipe : Rp 8.000.000,-
33. IP Phone Per Tipe : Rp 4.500.000,-
34. Media Gateway Per Tipe : Rp 6.000.000,-
35. Router Per tipe : Rp 4.500.000,-
36. Router + WLAN Per Tipe : Rp 6.000.000,-
37. PABX Analog (PSTN Base) Per Tipe : Rp 5.000.000,-
38. PABX Digital (IP Base) Per Tipe : Rp 6.000.000,-
39. Antena Per Tipe : Rp 6.000.000,-
40. Radio Maritim Per Tipe : Rp 4.000.000,-
41. Terminal EDC Integrasi Tunggal Per Tipe : Rp 3.000.000,-
42. Terminal EDC Integrasi Ganda Per Tipe : Rp 5.000.000,-
* Biaya Uji Kategori II
1. Digital Loop Carrier Per Tipe : Rp 9.500.000,-
2. Pemancar Radio Siaran/Repeater Per Tipe : Rp 6.000.000,-
3. Pemancar Televisi/Repeater Per tipe : Rp 8.000.000,-
4. Pengganda Saluran Per Tipe : Rp 6.000.000,-
5. Radio Microwave Per Tipe : Rp 7.000.000,-
6. Multiplexer Per Tipe : Rp 5.000.000,-
7. Base Transceiver Station (BTS) Per tipe : Rp 8.000.000,-
8. Radio Base Station (RBS) Per Tipe : Rp 8.000.000,-
9. Base Station Controller (BSC) Per Tipe : Rp 10.000.000,-
10. Mobile Services Switching Center (MSC) Per Tipe : Rp 10.000.000,-
11. Radar/Radio Lokasi Per Tipe : Rp 8.000.000,-
Pengujian Electromagnetic Compatibility (EMC)
1. Pengujian Conducted Electromagnetic Interfrence (EMI) Per Tipe : Rp 2.500.000,-
2. Pengujian Radiated Electromagnetic Interfrence (EMI) Per Tipe : Rp 2. 5000.000,-
3. Pengujian Conducted Electromagnetic Susceptibility (EMS) Per Tipe : Rp 2.500.000,-
4. Pengujian Radiated Electromagnetic Susceptibility (EMS) Per Tipe : Rp 2.500.000,-
Kalibrasi
1. Power Meter Per Unit : Rp 1.250.000,-
2. Power Senor Per Unit : Rp 1.250.000,-
3. Frequency Counter <>
4. Frequency Counter 2 - 10 GHZ Per Unit : Rp 1.000.000,-
5. Frequency Counter > 10 GHZ Per Unit : Rp 1.500.000,-
6. Modulation Analyzer Per Unit : Rp 2.500.000,-
7. Multimeter Analog Per Unit : Rp 250.000,-
8. Multimeter Digital 4 Digit Per Unit : Rp 250.000,-
9. Spectrum Analyzer Per Unit : Rp 2.500.000,-
10. Network Analyzer Per Unit : Rp 2.500.000,-
11. EMC Analyzer Per Unit : Rp 3.000.000,-
12. Oscilloscope Per Unit : Rp 1.000.000,-
Jasa Penyewaan Alat
1. Spectrum Analyzer <>
2. Spectrum Analyzer 6 - 10 Ghz Per Hari : Rp 1.500.000,-
3. Spectrum Analyzer > 10 Ghz Per Hari : Rp 2.000.000,-
4. Power Meter Per Hari : Rp 1.000.000,-
5. Network Analyzer Per Hari : Rp 2.000.000,-
6. Frequency Counter Per Hari : Rp 1.000.000,-
7. Modulation Analyzer Per Hari : Rp 1.000.000,-
8. EMC test set Per Hari : Rp 10.000.000,-
9. Shielded Room Per Hari : Rp 3.000.000,-
10. Humidity Test (Chamber) per Hari : Rp 1.000.000,-
11. Signal Generator Per Hari : Rp 1.000.000,-
Mengenai jasa penyewaan alat diatas, untuk lebih jelasnya anda tanya langsung saja hubungi Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi yang beralamat di Jl. Bintara I Raya No. 17A, Bekasi Barat 17134-Jawa Barat Telp: 021-86614233, 863174 Fax : 021-86611068.
-
komplit nih ifona om machmud...... ajib.... muantab... :-*
-
thx pak machmud atas explain beserta listnya, tapi yg kendala adalah saat kami mengajukan perijinan license frekuensi untuk 2m band, kenapa yang didaerah prov lambat dibanding klo kita langsung mengajukannya ke pusat (jakarta). yg didaerah malah sampe minta "amplop" segala baru mau ngasih perijinan tsb, padahal prosesnya sdh selesai.
-
thx pak machmud atas explain beserta listnya, tapi yg kendala adalah saat kami mengajukan perijinan license frekuensi untuk 2m band, kenapa yang didaerah prov lambat dibanding klo kita langsung mengajukannya ke pusat (jakarta). yg didaerah malah sampe minta "amplop" segala baru mau ngasih perijinan tsb, padahal prosesnya sdh selesai.
Budaya lama masih ada.
Untuk uji pemancar FM juga masih ada uang amplopnya tetapi tidak terlalu besar, ya hitung-hitung dibantu secepatnya agar cepat selesai sbb kalau tak begitu lama nunggu, dengan pelicin dalam hitungan hari sudah ada jawaban bahwa pemancar sudah lulus walaupun pemberitahuan resminya 2 bulan kemudian tapi yang penting sudah ada jawaban sementara "lulus"
-
nah itulah pak, makanya klo sudah ke depkominfo itu cuma sebagai "syarat" doang, biar saat di razia gk kena, kenyataannya dilokasi kerja kami meskipun sdh menggunakan frek license, ttp aja byk yg kirim splitteran dan balmon cuma diam doang...capek deh balmon
-
Karena peraturan PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 10 TAHUN 2005
TENTANG SERTIFIKASI ALAT DAN PERANGKAT TELEKOMUNIKASI maka sekarang banyak sekali Pemancar Radio FM yang kelabakan. Dulu waktu mengudara syarat sertifikasi tsb tidak ada, pas sekarang ijinya mau diperpanjang maka MUTLAK harus lolos sertifikasi. Ada informasi untuk daerah JAMBI saja dari 26 pemancar yang mengajukan hanya 4 buah yang lolos, yang berarti saat ini 24 lagi belum mendapatkan sertifikasinya.
Berarti seluruh Indonesia berapa ribu yang belum disertifikasi tetapi tetap mengudara?
Peraturan tsb bisa di unduh di :
http://www.postel.go.id/content/ID/regulasi%5Cstandardisasi%5Ckepmen%5Cperaturan%20menteri%20perhubungan%20%28km-10%29.pdf (http://www.postel.go.id/content/ID/regulasi%5Cstandardisasi%5Ckepmen%5Cperaturan%20menteri%20perhubungan%20%28km-10%29.pdf)
-
ladang duit tuh pak...kemarin rabu balmon datang ke tempat kami, klo mau mampir pasti bilang jauh2 hari supaya pas mampir dapat "salam tempel (isinya sekitar 4jtan)" pantesan gendut2 heheh
btw, ini bener pak machmud ya klik disini (http://blog.buahdua.com/wp-content/uploads/2009/05/machmud.jpg) :)
-
Ya iya pasti gendut-gendut Pak, banyak ladangnya.
Sbb dulu waktu perijinan tidak perlu sertifikasi yang penting pemancar lolos versi balmon daerah.
Pas sekarang MUTLAK harus lulus sertifikasi baik yang memperpanjang maupun yang baru melamar
Bpk di daerah mana nih tinggal?
-Machmud-
Yd1BLV
-
hehehe...tp gak semua sih, soalnya saya sempat sebel sama pimpinannya yg selalu minta "amplop" klo kita ngajuin ISR dan Telsus. saya posisi di kalsel pak machmud, salam kenal ya...mungkin alamat saya ada di bapak, dulu sy pernah beli stereo encoder dari bapak sekitar 2-3 thn yll...wuihhh skrg dah jadi BLV ya...mantap!!!
-
kemarin coba hub bang inoor yg di balikpapan lewat email gak dibalas tuh, biar dia gabung disini juga, biar lebih seru...mungkin masih di offshore kali atau belum cuti...
-
He..he.. Callsign tsb sudah lama kalau tak salah sejak tahun 2002 ( ujian akhir 2001)
Dengan Pak Ibrahim sudah lama tak kontak, bahkan sms Selamat Hari Raya Ideul Fitri belum juga ada balasan dari Beliau.
Informasi yang terkahir saya dengan antara berhenti bekerja karena krisis/kemelut dalam perusahannya dan juga infomasi lagi di lepas pantai yang dekat dengan Brunai darusalam sehingga tak ada signyal, dan juga penah dapat info pekerjaanya dekat ke malaysia, alias sama-sama tak ada signyal GSM sbb di tengah laut....sepi......
Hampir satu tahun putus hubungan, tahun 2009 masih sempat tlp-tlp nan waktu Hari Lebaran.
Oh ya Pak Ibrahim sudah pernah jalan jalan ke tempat saya sekitar 3 harian di tempat saya tahun 2006 atau 2007 lupa lagi
-
wahhh pantesan, jangan2 emailnya bukan yg di schlumberger lagi ya...pindah ke mana lagi pak bang inoor-nya?masih di oil n gas juga?oh iya, pak machmud di bandung ya? ntar deh klo ada rejeki main2 ksana n mampir...hehehe
-
Betul pak Machmud, banyak radio di Indonesia yg blm sertifikasi. Contohnya di jogja, sekarang baru bingung untuk sertifikasi alat. Ada beberapa radio mendatangkan dari jakarta untuk sertifikasi alat ke masing2 radio. katanya biaya mendatangkan aja sampai 16 juta, belum untuk sertifikasinya. Kalau sekarang mungkin lebih enak, kita bisa beli pemancar yg sudah ter-sertifikasi, sehingga dah gak repot lagi.
-
Untuk pemancar FM yang sudah disertifikasi belum ada kelihatannya sebab agen tunggal merk tsb tak ada si Indonesia, atau juga importir tak mau sertifikasi, sehingga yang sertifikasi rata-rata pemakai langsung, beda dengan handphone yang sertifikasi adalah agen tunggalnya.
Nah kalau pun ada yang sudah disertifikasi tetapi bukan selaku agen tunggal atau importir sehingga alat tsb hanya untuk PT tsb saja, sehingga bila kita beli alat tsb tetap saja harus disertifikasi lagi. Cuma kemungkinan lolos pengujian lebih besar dibanding dengan membeli pemancar yang sama sekali belum pernah disertifikasi.
-
di dumai lolos kok pak ... keluar isr nya ... dia beli exciter aja yang mirip blues lupa saya ... cuma sertipikasi memang dari tokonya tapi di berikan surat pengantar untuk radio tsb ...
kemarin saya keburu tex ... tapi ya harus keluar juga si dana ... ngga banyak 2 banget .. tapi foto kopynya di legalisir sama poster .,, eh poslter eh postel .... dan diberikan juga surat pengantar
-
di dumai lolos kok pak ... keluar isr nya ... dia beli exciter aja yang mirip blues lupa saya ... cuma sertipikasi memang dari tokonya tapi di berikan surat pengantar untuk radio tsb ...
kemarin saya keburu tex ... tapi ya harus keluar juga si dana ... ngga banyak 2 banget .. tapi foto kopynya di legalisir sama poster .,, eh poslter eh postel .... dan diberikan juga surat pengantar
Kalau saya dapat info dari jakarta katanya OMB dah ada sertifikasinya
-
Info sertifikasi ini berbelit-belit.
Contoh PT A sudah menyertifikasi RVR TEX30LCD,
PT B sudah menyertifikasi pula RVR tex30lcd
bahkan PT C juga sudah menyertfikasi RVR TEX30lcd
nah karena ketidaktahuan PT Mana yanag sudah menyertfikasi RVR TEX30lcd maka ada seseorang yang beli ke CV "Z" maka dia sertfikasi lagi RVR tex30lcd.
Permasalahan :
Pihak yang menyertifikasi barang tidak menginformasikan kepada yang akan menyertifikasi jenis barang yang sama, tetapi di terima saja sebab lumayan masuk lagi uang ke kas negara.
Harusnya :
Pihak yang menyertifikasi menolak barang tsb dan katakan bahwa brg tsb sudah disertifikasi oleh PT A sehingga kalau mau beli beli saja ke PT A agar dapat "referensi" surat sertifikasi tsb.
Akibatnya :
Karena beli barang belum punya surata sertifikasi maka pembeli menyertifikasi lagi barang tsb.
Semakin gemuk saja ya...
-
waaahhh..... kayaknya perlu adanya pengumuman di situsnya depkominfo pemancar mana aja yang telah lulus sertifikasi..... jadi yang belum tersertifikasi siap2 untuk sertifikasi...... :) :) :)
-
Memang susah juga ya, karna RVR dijual umum juga. Berarti harus pinter2 milih yg udah sertifikasi. kalau OMB saya udah tau PT nya, kalau RVR blm dapat infonya...
-
Sekarang harga RVR sudah tidak terlalu mahal dan ditawarkan dalam 2 buah type yaitu harga lepas dan harga termasuk sertifikasi.
Pemancar lokal pun sekarang semakin banyak juga yang sudah lulus sertifikasi.
Bentuk sertifikasi kurang lebih seperti dibawah ini
(http://www.buahdua.com/data/sertifikasi.jpg)
-
(http://www.buahdua.com/data/sertifikasi.jpg)
(http://www.buahdua.com/data/sertifikasi2.jpg)
-
Klo ane pengen bikin stasiun FM, mending pesan ke pak Machmud aja ehehehe :)
Supportnya pasti oke dan orangnya jelas :-[
-
pake uang tip gak perlu nunggu lama boz 1-2 hari udah beres. kadang malah uang di trima tunggu sebentar langsung jadi alias kilat. bahkan gak ijin aja mengudara oke oke aja gakda masalah.
-
wadaaawww!!! klo pemancar 5watt gmn om mahmud..apa kudu di sertifikatin jg..??
-
dada2
Jangankan pemancar 5watt, pll saja harus disertifikasi kalkulasi1
Saya lupa peraturannya yang mana, intinya bila kita menggunakan frekuensi dan daya pancar melebihi 500meter
maka harus ada ijin konek1 konek1 :) :D
-
Wadoh!! kemahalan ijin negh drpd harga perangkat...he he he he..ijin 5watt tp perngkat di tambahin nol dua lgi d watt nya yah...he he he
-
kalau buat antenna, trus antenanya mau dijual juga mesti sertifikasi juga om?
-
kalau buat antenna, trus antenanya mau dijual juga mesti sertifikasi juga om?
Harusnya demikian, tetapi pada kenyataannya tidak ditanyakan/di minta dalam proposal.
Secara logika, bila pemancar sudah disertifikasi tetapi antena tidak match bagaimana
pancarannya? Pasti nyeplet sana dan nyeplet sini
kalkulasi1 kalkulasi1 kalkulasi1 kalkulasi1 kalkulasi1 kalkulasi1 kalkulasi1 kalkulasi1 kalkulasi1 kalkulasi1
-
waduh waduh... repot amat ya pak machmud. kita mo memberi hiburan kepada masyarakat aja kok repot banget. banyak peraturan!!
pak machmud, apa perangkat siar spt : mixer, komp, mp3 player, dll. juga harus di sertifikasi jg???
-
wahhh.... kalo di tempat saya pak mahmud lebih parah lagi.
untuk biaya perijinannya bisa sampe 40 jt..... drop1 drop1 drop1
-
ini izin apa 40jt ... sertipikasi pemancar aja ato isin radio ?
-
selama saya menggunakan frekwensi sudah dua kali di tangkap hansip..... :-[ lantaran gak ada izin.... drop1
menururut pengalaman para senior... untuk izin menggunakan frekwensi lhususnya perangkat FM total biaya keseluruhannya berapa hingga kita layak mancar...????
-
tergantung siram2 nya ... rekan saya sampe isr 100jt lebih untuk luar jawa ...
-
Dilengkapi dulu administrasinya bro.. misalnya Badan hukumnya berbentuk PT kemudian urus NPWP, TDP, ITU. Kelengkapan berkas lainnya bisa di donlot di webnya Dirjen Postel. Dengan kelengkapan berkas ini kita sudah sedikit terbantu jika ada penertiban ijin, bilang aja lagi pengurusan berkas. Paling tidak ada toleransi karena kita membayar pajak penyiaran iklan.
-
saya rasa...sekian banyak penggila TX cuma beberapa persen yang memilik izin...walaupun sekedar untuk hoby muter musik ataupun brik-brikan, bukan untuk cari pulus .....
apakah gak ada keringanan kebijaksanaan ya bagi kita-kita....???? sekurang-kurangnya izin kepemilikan pesawat doang yang sudah bikin kita aman.... gak diuber-uber hansip melulu...... drop1
-
saya rasa...sekian banyak penggila TX cuma beberapa persen yang memilik izin...walaupun sekedar untuk hoby muter musik ataupun brik-brikan, bukan untuk cari pulus .....
apakah gak ada keringanan kebijaksanaan ya bagi kita-kita....???? sekurang-kurangnya izin kepemilikan pesawat doang yang sudah bikin kita aman.... gak diuber-uber hansip melulu...... drop1
punya pesawat nya doang gakperlu punya Izin yg harus Izun kalo sudah dipancarkan harus punya Izin penggunaan Frekuensi
kalo pegen didegerin orang banyak minamial izin radio Komunitas nantinya di kasi frekuensi 107.7, 107.8 sama 107.9 tinggal pilih aja, kalo didegerin sendiri cukup watt 500mW
-
terimakasih mas pur pencerahannya..... sukses selalu.........................