KOMUNITAS HOBBIYST ELEKTRONIKA - KHE

Diskusi Elektronika => Pemancar (Transmitter) => Kategori Radio => Power Amplifier RF => Topik dimulai oleh: Machmud pada Agustus 25, 2010, 09:11:37 AM

Judul: RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Machmud pada Agustus 25, 2010, 09:11:37 AM
Pada umumnya RF amplifier yang dibuat untuk transistor memakai class C, cirinya pada basis ada induktor yang ke ground
(http://www.rf-amplifiers.com/images/classc.gif)


Untuk class AB cirinya pada basis ada dioda sehingga tegangan di bais 0.7V
(http://www.rf-amplifiers.com/images/classab.gif)


dan satu lagi class A yang penggunaannya biasanya pada power kecil misal transistor ke-2 setelah oscillator
(http://www.rf-amplifiers.com/images/classa-1.gif)

Bila kita memahami cara kerja ini tidak perlu bagaimana cara membuat amplifier yang dibutuhkan?
Tinggal pilih type yang mana yang akan dibuat dan tentunya penyesuaian nilai C dan L saja sesuai
watt yang dikeluarkan, sbb pada umumnya watt yang dikeluarkan kecil maka nilai C kecil dan lilitan juga banyak
bila semakin besar output power tsb maka nilai C semakin besar dan L juga semakin pendek
Misal lilitan untuk C1971 pasti lebih banyak dibanding lilitan c2782, juga nilai C untuk c1971
pasti lebih kecil dibanding nilai C 2782

(http://www.rf-amplifiers.com/images/class_amp.gif)

Sumber http://www.rf-amplifiers.com/index.php?topic=classAMP
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: garciass gathool pada Agustus 25, 2010, 09:15:23 AM
siiip.kasih contoh peng-aplikasiannya dari tiap2 class.biar lebih jelas dong.......!
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Machmud pada Agustus 25, 2010, 09:42:13 AM
Pada umumnya RF amplifier yang dibuat untuk transistor memakai class C, cirinya pada basis ada induktor yang ke ground
(http://www.rf-amplifiers.com/images/classc.gif)

Nah ini contohnya class C amplifier

(http://www.buahdua.com/data/sch-pcb-c1971.jpg)
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Machmud pada Agustus 25, 2010, 09:46:28 AM
(http://www.buahdua.com/data/Class-c-amplifier.jpg)
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: chuvlink_46sbg pada Agustus 25, 2010, 10:54:54 AM
Nyimak...
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Machmud pada Agustus 25, 2010, 11:24:07 AM
Satu lagi terlewat Class-B RF Amplifier.
dicopykan dari data BLF278

(http://www.pemancar.fm/data/class-b.jpg)
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: VPDX pada Agustus 25, 2010, 02:07:24 PM
Satu lagi terlewat Class-B RF Amplifier.
dicopykan dari data BLF278

(http://www.pemancar.fm/data/class-b.jpg)
om mahmud,tolong dijelasin prinsip kerja rf amplifier yang kelas B...................B
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Machmud pada Agustus 25, 2010, 02:37:33 PM
Pallet BLF278 kebanyakan standard pabrikan tegangan gate-nya adalah 2.6VDC
dengan gain sekitar 21dB, Misal dengan input 3 watt keluar 300 watt tega 48vdc
dengan memperkecil tegangan di gate ini maka gainnya pun semakin kecil sehingga
input 5watt keluar 300watt, bahkan produk RVR inputnya 7 watt keluar 300watt.

Apa perbedaannya?
Menurut pengalaman ada beberapa keuntungan dengan menurunkan tegangan gate ini :
a. Input lebih besar sehingga naik turun input tidak  berpengaruh besar terhadap
    output, misal bila input 5watt keluar 250watt dan bila input kebesaran 6 watt out
    put jadi 300watt. Coba dengan input 3wat sudah 300watt bila inputnya 4 watt
    maka output akan 400watt (teorinya) dan mosfet pecah.
b. Karena gainnya turun maka panas yang ditimbulkan dari mosfet tsb akan berbeda
    Panasnya akan berbeda dengan input 3w keluar 300w dan input 7 watt
    keluar 300watt.
c. Apalagi bila tegangan drain diturunkan dari 48v ke 45v maka semakin adem saja output
   mosfet tsb.

Cuma saya belum mencoba class-B ini terhadap transistor, yang pernah dicoba class AB saja
untuk transistor dengan tegangan di basis 0.7v dan yang diaturnya adalah beban mA bukan
voltasenya lagi.
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: RADIO-SEMPRONG pada Agustus 29, 2010, 04:50:01 AM
utk kelas A dan AB penguatannya bersifat linear dan broadband sehingga bisa digunakan utk mode SSB dan FM/AM, tp utk kelas C hnya bisa utk mode FM/AM aja dan tdk broadband.
Keuntungan kelas C adalah efisiensinya yg relatif lebih tinggi dari pada kelas AB dan A. Selain itu, utk kelas C begitu tidak ada input RF di basis TR maka otomatis akan cut off karena Vbe yg mendekati nol.
Apa betul spt itu pak mahmud? Tanya mode on:
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Machmud pada Agustus 30, 2010, 08:04:17 AM
utk kelas A dan AB penguatannya bersifat linear dan broadband sehingga bisa digunakan utk mode SSB dan FM/AM, tp utk kelas C hnya bisa utk mode FM/AM aja dan tdk broadband.
Keuntungan kelas C adalah efisiensinya yg relatif lebih tinggi dari pada kelas AB dan A. Selain itu, utk kelas C begitu tidak ada input RF di basis TR maka otomatis akan cut off karena Vbe yg mendekati nol.
Apa betul spt itu pak mahmud? Tanya mode on:
Betul Pak...Kelas C begitu tidak ada input RF di basis TR maka otomatis akan cut off karena Vbe yg mendekati nol.
Tapi hampir semua transistor mosfet sudah dipastikan tidak bisa pakai class C
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Fauzan Imtihan pada Agustus 30, 2010, 09:22:18 AM
utk kelas A dan AB penguatannya bersifat linear dan broadband sehingga bisa digunakan utk mode SSB dan FM/AM, tp utk kelas C hnya bisa utk mode FM/AM aja dan tdk broadband.
Keuntungan kelas C adalah efisiensinya yg relatif lebih tinggi dari pada kelas AB dan A. Selain itu, utk kelas C begitu tidak ada input RF di basis TR maka otomatis akan cut off karena Vbe yg mendekati nol.
Apa betul spt itu pak mahmud? Tanya mode on:

Dulu pas SMA sekitar kelas dua tahun 2006 sempat lihat isi SSB milik instansi Bulog, sempat kepikiran gimana ya kalo digunakan untuk PA pemancar FM tahunya sih cuma lihat TRnya gede dan sama2 VHF ^_^. Terus sekitar tahun 2008-an kakak dapat tawaran ada yang jual SSB milik pelayaran spertinya, sudah agak jadul; nampaknya sampai sekarang masih dirumah belum diutak atik lagi....
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Kang Paimo pada Agustus 30, 2010, 11:04:21 AM
Tapi hampir semua transistor mosfet sudah dipastikan tidak bisa pakai class C

Transistor mosfet bisa dipakai untuk klas C pak , malah klas D atau E juga bisa.....
Hanya power drive nya jadi lebih besar , dibanding klas AB.
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Machmud pada Agustus 30, 2010, 01:24:02 PM
Justru saya mencoba mosfet dengan class c tak keluar, experimen dengan BLF278 yang sudah mati sebelah ( blf 278 isinya 2 modul)
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: dian pada Agustus 31, 2010, 01:55:54 PM
Tapi hampir semua transistor mosfet sudah dipastikan tidak bisa pakai class C

Transistor mosfet bisa dipakai untuk klas C pak , malah klas D atau E juga bisa.....
Hanya power drive nya jadi lebih besar , dibanding klas AB.

Class operasi pada mosfet di tentukan dari besarnya sudut dimana drain menghantar:
*. pada class A 360'
*. pada class B 180'
*. pada class C < 180'
*. masih ada class lain yaitu CE E dan D pada mosfet dengan sudut drain menghantar lebih kecil lagi
   namun dengan efisiensi hingga 95%

pada lampiran saya lampirkan contoh rangkaian dan aplikasi mosfet diluar class A dan AB,
tapi memang bukan sebagai PA FM Transmitter

Salam
 
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Machmud pada Agustus 31, 2010, 02:09:05 PM
Kebetulan di tempat saya ada beberapa buah BLF278 yang rata-rata "jebol" sebelah,
nah mau memanfaatkan sebelahnya lagi barangkali bisa jalan, cuma dicoba dengan class c tak mau ngangkat
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: dian pada Agustus 31, 2010, 02:33:26 PM
Kebetulan di tempat saya ada beberapa buah BLF278 yang rata-rata "jebol" sebelah,
nah mau memanfaatkan sebelahnya lagi barangkali bisa jalan, cuma dicoba dengan class c tak mau ngangkat

pada datasheet jelas terlihat bahwa MOSFET ini bisa beroperasi di class B, C dan AB (lihat datasheet di lampiran halaman satu).
hanya saja harus dalam konfigurasi push pull.

salam
Dian
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Kang Paimo pada September 01, 2010, 10:18:12 AM
Ya betul BLF278 bisa dikerjakan pada klas C .
Kalau kita baca di halaman 6 disitu tertulis pada tabel untuk klas B , Gp = 22dB (typical) sedangkan klas C Gp=18dB , Gp=power gain, sehingga selisih Gp antara klas C dan klas B = 4dB (kira2 2,5 kali) itu artinya kalau dari klas B diubah menjadi klas C driving power harus dinaikkan 2,5 kali untuk power output yang sama.
Saya kok nggak yakin kalau BLF278 harus dikerjakan dengan konfigurasi pushpull dan tidak bisa dikerjakan sebagai single ended. Kalau sebagai single ended ya rangkaiannya tentu saja harus disesuaikan lagi.
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Kang Paimo pada September 01, 2010, 10:21:28 AM
Kebetulan di tempat saya ada beberapa buah BLF278 yang rata-rata "jebol" sebelah,
nah mau memanfaatkan sebelahnya lagi barangkali bisa jalan, cuma dicoba dengan class c tak mau ngangkat

Kalau klas AB atau B apa mau pak ? Pushpull apa single ended ?
Waktu dicoba dengan klas C apa dimonitor arus drainnya ?
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Machmud pada September 01, 2010, 11:13:17 AM
Sebetulnya masih tanda tanya juga sebab mosfet yang dipakai adalah mosfet bekas yang rata-rata jebol sebelah, nah yang sebelahnya lagi dicoba dan gagal. Mungkin saja kondisi mosfet second yang tak mendukung setelah jebol sebelah, mau coba mosfet baru dengan class c sayang juga
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: dian pada September 23, 2010, 02:20:34 AM
Ya betul BLF278 bisa dikerjakan pada klas C .
Kalau kita baca di halaman 6 disitu tertulis pada tabel untuk klas B , Gp = 22dB (typical) sedangkan klas C Gp=18dB , Gp=power gain, sehingga selisih Gp antara klas C dan klas B = 4dB (kira2 2,5 kali) itu artinya kalau dari klas B diubah menjadi klas C driving power harus dinaikkan 2,5 kali untuk power output yang sama.
Saya kok nggak yakin kalau BLF278 harus dikerjakan dengan konfigurasi pushpull dan tidak bisa dikerjakan sebagai single ended. Kalau sebagai single ended ya rangkaiannya tentu saja harus disesuaikan lagi.

justru itu pak paimo, perlu penyesuaian lagi ini yang mungkin parameternya belum di rekomen sama datasheet nya, untuk case pak mahmud dengan rencana memanfaatkan transitor yg mati sebelah ini saya kira terjadi perubahan parameter.. karena yg mati tadi.. katakanlah misalnya berubahnya impedansi input/output.. tentu harus di temukan dulu parameter baru nya, yang pasti tidak tercantum di datasheet
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: achsan pada September 27, 2010, 04:18:41 PM
mantabs nih ulasannya.....
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: mimin pada Juni 30, 2011, 10:19:33 PM
pak mahmud, saya bingung dengan kelas AB, ada yang pake transistor, IC 78xx, dioda, R, C, trimpot kemudian ada juga yang pake dioda, R, C. apa bedanya pak. klo buat 2782 pake kelas AQB bagaimana pak skemanya
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: mimin pada Juli 01, 2011, 06:30:55 AM
salah nulis drop1 maksudnya kelas AB pak, apa penggunaan dioda dengan amper berbeda berpengaruh?
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: mimin pada Juli 08, 2011, 01:51:51 PM
(https://lh5.googleusercontent.com/-CkBucf1M4qc/ThahXrhQJ-I/AAAAAAAAACM/cWVxvn-8lhQ/s640/RF_Power_Amplifier_2SC2782_50W_Schematic.jpg)

contoh kelas AB. tp klo punyaknya mas isur nggak seberapa ribet.trus itu pada basis juga ada R ke ground seperti kelas C. yang aq pengen tanyakan ke para master, berapa tengangan pada basis kelas AB. apa sekitar o,7 volt itu. klo pada rankaian ini ada trimportnya apa fungsinya juga untuk mencari 0,7 volt
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: isurG_ pada Juli 08, 2011, 02:14:41 PM
kok kata isur ??
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: mimin pada Juli 08, 2011, 02:33:27 PM
hiih.hihii.....skema punyake sampeyan yang peke 2026>2053>1947>1946 itu jg kan kelas AB mas. apa mungkin ada hubungannya mas antara trasistor powe besar dengan kecil. klo aq lihat di skemanya sampeyan itu kan dipake untuk TR yang wattnya kecil 
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Niel pada Juli 08, 2011, 04:55:44 PM
(https://lh5.googleusercontent.com/-CkBucf1M4qc/ThahXrhQJ-I/AAAAAAAAACM/cWVxvn-8lhQ/s640/RF_Power_Amplifier_2SC2782_50W_Schematic.jpg)

contoh kelas AB. tp klo punyaknya mas isur nggak seberapa ribet.trus itu pada basis juga ada R ke ground seperti kelas C. yang aq pengen tanyakan ke para master, berapa tengangan pada basis kelas AB. apa sekitar o,7 volt itu. klo pada rankaian ini ada trimportnya apa fungsinya juga untuk mencari 0,7 volt

Ini skema boster buat 2 MB untuk di jalur broadcast, pakai skema yang simple aja yg penting kalau sesuai dengan data sheetnya transistornya juga akan mengeluarkan kemampuan maksimalnya.  :-\ :-\ :-\   
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: mimin pada Juli 19, 2011, 03:28:15 PM
itu skema untuk frekuensi 50 mhz
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Awi pada Agustus 06, 2011, 11:07:05 AM
utk kelas A dan AB penguatannya bersifat linear dan broadband...
broadband=kalo pindah frekuensi, vr nya ga di adjust ?
Mohon pencerahannya ! Newbe soale
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Adit Lsai pada Agustus 08, 2011, 05:51:47 AM
 cari1 corong1 hhmmmm the nice tread.. Dilannjut bosss. SANGAT SANGAT BERMANFAAT!! corong1 corong1
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: masYok pada Desember 20, 2011, 01:57:09 PM
saya coba bikin penguat kelas A, tetapi ketika tdk ada sinyal dari oscilator koq SWR tetap pada posisi (pd indikator power tetep njeplak)...apakah memang benar demikian adanya?mohon pencerahan dr master2 smua
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: adib ali a pada Desember 20, 2011, 02:57:45 PM
Pengalaman saya itu karena impedansinya kurang pas mas yok... dulu saya bikin exciter kemudian outnya pakai kabel 75ohm padahal seharusnya 50ohm... diganti dengan 50ohm sembuh deh...
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: ridho pada Desember 20, 2011, 03:47:25 PM
pengalaman saya ini sering terjadi pada perakitan boster yg terpisah, karena maching network yg kurang tepat seperti menimbulkan osilasi dan memancarkan sinyal entah berap Mhz.
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: masYok pada Desember 20, 2011, 05:27:25 PM
...secara teori kalo penguat kelas A itu khan ada sinyal atau tdk TR tetap bekerja, krn dpt teg. bias, brarti kalo gak ada sinyal harusnya gak ada yg dikuatkan ya? Oke saya cek lagi...tengkyu jwbannya
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: ken pada Desember 20, 2011, 08:09:51 PM
...secara teori kalo penguat kelas A itu khan ada sinyal atau tdk TR tetap bekerja, krn dpt teg. bias, brarti kalo gak ada sinyal harusnya gak ada yg dikuatkan ya? Oke saya cek lagi...tengkyu jwbannya

Itu terjadi osilasi parasit kang....
Usahakan dlm mendesai penguat rf gain max 25 db (ideal max 20 db),
....jika gain melebihi itu akan rawan terhadap osilasi parasit,
misal; pengaturan sel-bias emiter (jika ada) pada sistim grounded emitter.
Selain itu lilitan 2 matching network usahakan sejauhnya dgn pola arah yg berlawanan,
...itu menghindari saling induksi antar sistim matching network tsb.
Selain itu perlu di sisipkan feridbeat utk memblokir rf yg lari ke jalur catu dan meminimalisir osilasi parasit yg terjadi melalui jalur catu tsb.
Semoga membantu....
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: ridho pada Desember 27, 2011, 09:26:44 AM
ini yg kelas AB kok nggak muncul2 ya  cari1 cari1 cari1 cari1 cari1 cari1
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: sicknature pada Desember 30, 2011, 09:06:35 PM
kas ab yg gmana yo?
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: masYok pada Januari 01, 2012, 01:43:36 AM
kalo klas AB mgkn contohnya spt ini ya mas...
(http://electroschematics.com/wp-content/uploads/2010/06/1-watt-fm-amplifier.gif)
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: masYok pada Januari 15, 2012, 07:32:56 PM
skedar referensi, mungkin bisa kita aplikasikan...

Untuk teman yang hoby merakit pemancar, atau Radio Frekwensi,terutama pemancar TV disini ada sedikit artikel sebagai pedoman untuk membuat Penguat RF, ( Power Amplifier ).
Seperti yang kita ketahui ada beberapa Kelas penguat, ( A,B,C,D,E ) terutama penguat RF. Salah satu yang membedakan diantaranya adalah metode pemberian tegangan (bias) pada basis transistor ( B ) yg kita gunakan.

Okelah sekarang kita mencoba menghitung tegangan bias pada sebuah transistor yang akan kita gunakan sebagai penguat. Kita ambil contoh aja misalnya transistor 2sc2053.


Untuk menghitung pemberian tegangan bias penguat kelas A, kita ambil transistor 2SC2053 sebagai contoh kasus, dan gambar rangkaian diatas sebagai referensi.

Menurut data sheet transistor 2SC2053 diketahui bahwa:


Tegangan kolektor-emitor (VCE) maks = 17 volt
Arus kolektor (IC) maksimum = 300 mA
Disipasi panas (Pc) maksimum = 600 mW

1. Pertama-tama kita pilih tegangan catu (Vcc) = 15 volt supaya aman, karena batas VCE maksimumnya tidak akan terlampaui.

2. Penguat kelas A memiliki gain dan bandwidth yang paling besar, sehingga cocok digunakan sebagai RF-pre amplifier. Meskipun boros energi, tapi pemborosannya ini bisa diabaikan lantaran konsumsi dayanya relatif kecil (ordenya miliwatt).

3. Bila dioperasikan di kelas A besarnya VCE kita tetapkan setengah dari Vcc agar diperoleh simpangan tegangan (swing) yang simetris sehingga diperoleh penguatan yang linier. Inilah keunggulan lain dari penguat kelas A. Jadi kita tentukan VCE = ½ x Vcc = ½ x 15 volt = 7,5 volt.

4. Selanjutnya daya disipasi panasnya kita tentukan ½ dari harga maksimumnya. Tujuannya adalah agar transistor tidak terlalu panas dan bisa tahan lama / awet. Dengan demikian besarnya Po = ½ x Pc = ½ x 600 mW = 300 mW.

5. Dari disipanas ini lalu kita bisa menghitung besarnya arus kolektor (IC), dimana IC = Po / VCE = 300 mW / 7,5 volt = 40 mA.

6. Besarnya arus yang mengalir di emitor IE = IC + IB. Tetapi berhubung IB sangat kecil (lihat item 11), maka IE ~ IC = 40 mA

7. Dengan demikian harga resitor yang dipasang di emitor (RE) bisa dihitung : RE = VE / IE = (Vcc – VCE) / IE = (15volt – 7,5volt) / 40 mA = 187,5 ohm. Dalam praktek kita bisa pilih RE = 180 ohm.

8. Langkah berikutnya adalah menentukan besarnya resistor di base (R1 & R2).

9. R1 dan R2 berfungsi membagi tegangan Vcc dimana hasil baginya kemudian diberikan ke base. Jadi hasil bagi tegangan ini akan sama dengan tegangan di base (VB) yang besarnya dapat dihitung dengan rumus pembagi tegangan VB = {R2 / (R1+R2)}Vcc.

10. Sementara kita tahu bahwa VB = VE + 0,7 = 7,5 + 0,7 = 8,2 volt. Angka 0,7 volt adalah tegangan VBE untuk transistor yang sedang aktif.

11. Arus yang masuk ke base (IB) bisa dihitung berdasarkan faktor penguatan arus DC (hFE) yang terdapat pada data sheet transistor. Berhubung angkanya bervariasi, maka kita plih saja hFE = 100. Jadi, IB = IC/hFE = 40 mA/100 = 0,4 mA.

12. Angka IB = 0,4 mA berfungsi sebagai referensi untuk menentukan R1+R2.

13. Kita harus memilih R1+R2 sedemikian rupa sehingga arus yang mengalir di R1+R2 minimal 10 kali IB

14. Agar mencapai 10 kali IB, maka besarnya resistor R1+R2 = Vcc / (10 x IB) = 15 / 4 mA = 3,75 kilo ohm.

15. Dengan rumus pada item 9, R2 dapat dihitung R2 = (VB/Vcc) x (R1+R2)} = (8,2 volt / 15 volt) x 3,75 kilo ohm = 2,05 kilo ohm.

16. Akhirnya R1 dapat kita hitung R1 = (R1+R2) – R2 = 3,75 – 2,05 = 1,7 kilo ohm. Dalam praktek kita bisa pilih R1 = 1k8 dan R2 = 2k2.

17. Sampai disini pemberian tegangan bias penguat kelas A selesai.

http://fajarsukmono.blogspot.com/2008/09/tegangan-bias-kelas.html

(sayang gambarnya tdk ada)

Menyambung tulisan sebelumnya, berikut adalah untuk kelas AB.

Tujuan utama pembuatan RF amplifier adalah untuk menghasilkan daya output yang lebih besar. Daya RF yang dihasilkan amplifier selalu sebanding dengan daya DC yang dikonsumsinya. Untuk memperbesar daya DC hanya ada dua yang bisa dilakukan, yaitu memperbesar tegangan VCE dan/atau memperbesar arus IC pada transistor.

Keberadaan resistor RE dalam gambar penguat kelas A membatasi “swing” sinyal RF output. Oleh karena itu pada penguat kelas B resistor RE ini dibuang. Hasilnya VCE transistor menjadi sama dengan Vcc, dan swing sinyal RF yang dihasilkan menjadi bertambah besar. Tetapi sayangnya, hanya setengah perioda sinyal saja diperkuat.

Pada saat periode sinyal input sedang positif sinyal akan diperkuat, sedangkan saat perioda sinyal input negatif transistor malah tidak bekerja (non aktif atau off). Akibatnya sinyal output akan berbentuk setengah gelombang saja. Ini berarti sistem penguatannya menjadi tidak linier. Sebab bentuk sinyal output tidak sama dengan bentuk sinyal inputnya.

Nah, disinilah kemudian RFC mengambil peran. Pada saat perioda sinyal input sedang positif, transistor aktif, dan arus IC akan mengalir melewati RFC. Oleh RFC arus ini akan disimpan dalam bentuk medan magnet.

Ketika perioda sinyal input sedang negatif dan transistor off, energi yang tersimpan dalam medan magnet itu diubah oleh RFC menjadi arus listrik kembali, dan langsung disalurkan ke output. Akibatnya, sinyal output yang dihasilkan menjadi utuh kembali (berbentuk sinyal sinusoidal murni / gelombang penuh). Dengan demikian penguat ini dikatakan linier.

Sayangnya, jumlah energi yang disimpan oleh RFC sangat terbatas sehingga daya output sistem penguat linier yang memanfaatkan efek “pendulum” ini juga terbatas. Untuk penguat dengan daya RF diatas 2 watt sudah tidak bisa lagi memanfaatkan sistem "pendulum" ini. Oleh karena itu untuk RF amplifier dengan daya output yang besar harus menggunakan sistem push-pull untuk mendapatkan penguatan yang linier.

Kembali ke masalah pemberian tegangan bias, penguat kelas AB di operasikan sedikit diatas kelas B. Tujuan utamanya sebenarnya adalah untuk menghilangkan efek “cross-over” yang sering dihasilkan oleh penguat kelas B. Distorsi "cross-over" disebabkan oleh penyatuan perioda sinyal positif dan perioda sinyal negatif yang tersambung secara tidak mulus (lihat gambar dibawah ini).

 cari1  cari1  cari1  cari1  cari1  cari1  cari1  cari1  cari1  cari1

Pada penguat kelas AB, transistor diset agar sudah ada arus IC yang mengalir sebelum ada sinyal input. Besarnya IC bias untuk kelas AB ini umumnya dibatasi maksimum = 10% dari nilai IC maksimumnya. Bila IC bias ini terlalu besar akan menyebabkan transistor menjadi panas dan boros energi. Tetapi sebaliknya bila IC bias terlalu kecil distorsi "cross-over" mulai muncul, dan penguat menjadi tidak linier. Jadi besarnya IC memang perlu diatur pada posisi yang paling tepat. Pengaturannya umumnya dilakukan dengan sebuah variable resistor (VR).

Dari data sheet transistor 2SC1971 diketahui:
IC maks = 2 A
hFE ~ 100

1. Untuk kelas AB, IC bias maks = 10% x 2 A = 0,2 A

2. IB bias maks = IC bias maks dibagi dengan hFE. Jadi, IB bias maks = 0,2 A/100 = 2 mA.

3. IB bias maks ini tercapai bila VR diset pada posisi maksimum, dimana pada kondisi ini RB akan menghubungkan Vcc langsung ke base. Pada kondisi ini RB = (Vcc – VBE) / (IB bias maks) = (15 volt – 0,7 volt) / (2 mA) = 7,15 kilo ohm. Dalam praktek kita bisa pilih RB = 7k8

4. Fungsi VR di sini sama dengan R1+R2 pada penguat kelas A, yaitu sebagai rangkaian pembagi tegangan. Dengan perhitungan yang sama dengan cara menentukan R1+R2, kemudian VR bisa kita pilih = 5k.

Demikian sekilas tentang tegangan bias pada transistor penguat RF.
Semoga membantu.

http://fajarsukmono.blogspot.com/2008/12/tegangan-bias-kelas-ab.html

(sayang gambarnya jg tdk ada)

Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: jeckoexxel pada Januari 15, 2012, 08:20:34 PM
Hitungan itu kalo transistor TUN dan TUP diterapkan.. uniknya kalo dah dipraktekin.. sampeyan mesti berjuang dengan kenyataan transistor RF yang "Manja" dengan karakteristik yg melenceng dari bayangan....  pengalaman serta jam terbanglah yang menjadikan keberhasilan.. dari pada berteori melulu yg gak ada habisnya.. mesti teori adalah landasan praktek kita...
Selamat berkarya..
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: masYok pada Januari 15, 2012, 10:45:15 PM
Kutip
Hitungan itu kalo transistor TUN dan TUP diterapkan.. uniknya kalo dah dipraktekin.. sampeyan mesti berjuang dengan kenyataan transistor RF yang "Manja" dengan karakteristik yg melenceng dari bayangan....  pengalaman serta jam terbanglah yang menjadikan keberhasilan.. dari pada berteori melulu yg gak ada habisnya.. mesti teori adalah landasan praktek kita...
Selamat berkarya..
top1  top1  top1
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: cungkrinx pada Januari 15, 2012, 11:28:05 PM
ini pemancar FM yang biasa saya pakai buat ngebrik... katanya seh penguatannya jenis AB.. bener apa gak ya.... konek1

ini skemanya
(http://3.bp.blogspot.com/_W-nLITwWJso/TVAM_dMjP3I/AAAAAAAAAHU/z2OUoMc27OA/s1600/osc+fet.JPG)

ini yang udah jadinya
(http://1.bp.blogspot.com/-nqYNqLklkGc/TtPDCxkCn-I/AAAAAAAAAKs/ksIBSLJLnXc/s1600/TX+FM+FET.jpg)
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: masYok pada Januari 16, 2012, 07:41:59 AM
mas, tuh kawatnya brp mm? masak 0,5...kliatannya sih utk buffer tk 1 klas A, selanjutnya AB sampe finalnya, bner bisa broadband ya?
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: cungkrinx pada Januari 16, 2012, 07:18:54 PM
bener mas tu kawatnya 0.5mm semua kecuali yang buat kokker osilator 0.4mm, powernya hampir rata frekuensi 78~85 sekitar 4~3watt ( aku pakai C1947 buat ndorong C1946)
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: adib ali a pada Januari 16, 2012, 09:23:58 PM
Betul itu ukurannya 0,5mm....saya juga pakai nih rangkaian, Tapi ada yang salah di skema, R menuju Colektor 2sc2026 nilainya 1k5 di benerin jadi 47ohm.
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: jeckoexxel pada Januari 16, 2012, 09:30:24 PM
Bagus mas rangkaian ini,(kit aslinya cap rajawali)  dulu sy juga rakiit spt ini buat brik2an, C 1971nya di taruh di bawah, kalo mau bikin pll tinggal tambahi saja.. mantab buat mainan..
rakitannya rapi bener...
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: cungkrinx pada Januari 18, 2012, 06:26:23 PM
Bagus mas rangkaian ini,(kit aslinya cap rajawali)  dulu sy juga rakiit spt ini buat brik2an, C 1971nya di taruh di bawah, kalo mau bikin pll tinggal tambahi saja.. mantab buat mainan..
rakitannya rapi bener...

emang bener Om Jeck itu adopsi dari rajawali  ide1 PCBnya digambar ulang biar rapi, itu aku pake resistor yang 1/8watt biar bisa ringkes, bisa saja pake 1/4watt tapi posisinya berdiri...
Judul: Re:RF Amplifier A, AB dan C
Ditulis oleh: Cleo pada Januari 25, 2012, 11:59:16 AM
mas mahmud..,apa ada rumus perhitungan komponen jika mau buat penguat RF kelas C tiga tingkat (buffer,driver,final) dengan Pout nya sampai 45 watt..,terima kasih sebelumnya