KOMUNITAS HOBBIYST ELEKTRONIKA - KHE
Diskusi Elektronika => Kategori Dasar Elektronika => Topik dimulai oleh: Bruce pada Maret 15, 2011, 03:49:46 AM
-
cari1
Mohon kejelasan teman-teman tentang solusinya...
listrik saya dirumah suka naik turun tegangannya dari 220 menjadi 160 volt.
jika harus distabilkan menjadi 220 volt, seharusnya menggunakan apa ya...
apakah ada stabilizer yang dapat menstabilkan tegangan tersebut supaya alat elektronik dirumah saya tdak terus terjadi kerusakan.
adakah stabilizer yang dapat mengatasinya, atau dengan apa alatnya tersebut.
jika 1300 watt, harus menggunakan yang berapa watt stabilizernya. (perumpamaan)
Terimakasih atas solusi teman-teman yang pahan dengan elektronik. Bruce Jakarta
-
Wah turunya drastis banget, sy nda paham teorinya, cuma cara atasinya memang pakai stabiliser, minimal 1300wat....,kl tegangan dari 220v jadi 160V kerja dr stabiliser tentunya sangat keras.....
-
sepertinya jaringan PLN lagi masalah tuh, bisa karena overload, bisa juga karena beban RST gak balance, saran saya mending komplain ke PLN aja..
-
Setuju, harus komplain ke PLN, biasanya kalau turun pada saat beban puncak (jam 18.00 ~ 21.00) paling sampai 200 VAC, kalau sampai 160 VAC mungkin ada masalah di gardunya atau kabel transmisinya, atau mungkin ada yang menggunakan daya berlebihan misalkan home industri dalam gardu yang sama.
Kalau mau pakai stabilizer, lebih baik pake yang motor, karena lebih linier dan responsif, tapi berisik !
-
kalau mau bagus pake stavolt yang motor trus pake ups juga tapi....borosssss duitttt..... kalkulasi1
-
yg pasti gardu pln sudah ga sesuai dgn penggunaanya,hati2 klo pakai boster dgn blf,bos,.......bisa runyam jadinya....!!!!
-
bete1 tempatku agak parah malam hari konek1 solder kurang panas gara2 teganganya skitar 180v mau panas harus pake stavolt.yang agak jengkel listrik detempat saya dayanya 900VA tapi dibebani skitar 500VA sudah njegleg MCBnya ::) ::)
kok jadi curhat ya?
^-^ ^-^ ^-^ ^-^
-
coba cek groundingnya...biasanya karana kurang dalam / kering kalau perlu tambah lagi buat groung di tanah basah. kemaren tegangan dirumah juga 180-200 volt.
-
Pengalaman saya ...
Tegangan drop nyampe 180 V. Ternyata grounding jelek, padahal sudah dalam, tapi emang tanahnya kering banget, solusinya grounding diambilkan langsung dari kabel di tiang lisitrik, hasilnya ndak ada masalah sampai sekarang ...
-
mas, mending komplain ke PLN, pakai stabilizer tetep ga bisa, dropnya jauh
-
cari1
Mohon kejelasan teman-teman tentang solusinya...
listrik saya dirumah suka naik turun tegangannya dari 220 menjadi 160 volt.
jika harus distabilkan menjadi 220 volt, seharusnya menggunakan apa ya...
apakah ada stabilizer yang dapat menstabilkan tegangan tersebut supaya alat elektronik dirumah saya tdak terus terjadi kerusakan.
adakah stabilizer yang dapat mengatasinya, atau dengan apa alatnya tersebut.
jika 1300 watt, harus menggunakan yang berapa watt stabilizernya. (perumpamaan)
Terimakasih atas solusi teman-teman yang pahan dengan elektronik. Bruce Jakarta
Tegangan turun dari 220V menjadi 160V , kalau tegangannya konstan 160V itu akibat kelebihan beban pada trafo , tapi kalau terjadi fluktuasi (lampu kadang terang , kadang redup) ada kemungkinan karena ada sambungan kabel yang kendor. Kalau tegangan turun akibat kelebihan beban , walaupun sudah kita laporkan ke PLN , akan makan waktu karena harus ada penggantian trafo. Solusi menggunakan trafo/variac bisa juga sih , tapi kapasitas VA nya akan turun misalnya semula 1300VA , akan menjadi 160/220 x 1300 VA = 945 VA (asumsi efisiensi variac 100%).
-
Coba periksa apa seluruh warga mengalami hal yang sama,
bila semua sama harus komplain ke PLN atau
pakai variac saja sebagai solusinya dengan catatan kapasitas VA nya akan turun.
Bila hanya rumah kita saja yang turun maka coba periksa jalur kabel yang ditarik
dari tiang listrik yang akan ke rumah kita, kadangkala di perkampungan kabel tsb
disambung-sambung ke keberapa rumah bahkan ada yang sampai jumlahnya 10 rumah,
idealnya dari tiang listrik hanya untuk 2 rumah atau satu rumah saja.
-
Coba periksa apa seluruh warga mengalami hal yang sama,
bila semua sama harus komplain ke PLN atau
pakai variac saja sebagai solusinya dengan catatan kapasitas VA nya akan turun.
Bila hanya rumah kita saja yang turun maka coba periksa jalur kabel yang ditarik
dari tiang listrik yang akan ke rumah kita, kadangkala di perkampungan kabel tsb
disambung-sambung ke keberapa rumah bahkan ada yang sampai jumlahnya 10 rumah,
idealnya dari tiang listrik hanya untuk 2 rumah atau satu rumah saja.
saya juga mengalami permasalahn yg sama (tegangan naik turun). lebih parahnya, kabel dari tiang listrik disambung-sambung sekitar ke 10rumah. udah pernah nyoba pake stavolt motor yg 500VA buat nyalain komputer, eh ndak smp setahun udah rusak, paling aman pake apa ya pak?
Makasihhh
-
Bener tu apa kata machmud. saya juga perna maintenance radio komunitas di wilayah pantura lamongan tengangan turun drastis skitar 168 volt. itu juga mempengarui pesawat.....tak cek lewat tiap per KWH nya tetangga ke tetangga,,,hasilnya sama,,,trus satu Rt di kumpulkan komplain ke PLN....? akhirnya dalam 1 bulan sudah di perbaiki,,,,?
-
PLN punya yang namanya TMP atau tingkat mutu pelayanan. Kira2 sama dengan SLA gitulah. Tingkat mutu pelayanan biasanya bicara pada masalah berapa kali padam sebulan, berapa tegangannya. Khusus tegangan sesuai standard pelayanan naik tidak boleh lebih dari 5% dan turun tidak boleh kurang dari 10%. Jika diluar range ini silahkan pelanggan lapor ke pelayanan Teknik PLN. Sebelumnya untuk mengetahui tegangan turun ini masalah di PLN atau di Pelanggan periksa tegangan di pelanggan dengan beban nol atau kecil, misalnya nyalakan saja 1 lampu 10 W (untuk penerangan saja). Jika tegangan ternyata rendah maka bisa dipastikan tegangan dari PLN memang rendah.
-
maaf sekedar share...
Gardu distribusi PLN (TR ~3) pada skundernya menganut sambungan bintang 3 phase dgn titik tengah sebagai netral yg di bumikan/di tanahkan/ di ground dan dgn phase R-S-T. Mungkin anda pelanggan 1 phase. Dlm kasus tsb ada banyak kemungkinan, misal;
1. TM-nya drop (mengatasinya dgn menaikan tap grid di primer trafo oleh PLN)
2. Trafo overload, ini di tandai dgn down-nya seluruh phase di TR trafo tsb (trafo dengung, panas, dll. solusinya harus diganti trafo, oleh PLN)
3. Satu phase down, ini ditandai dgn turunya tegangan pada jaringan yg se-phase dgn rumah anda. Mungkin anda pernah mendapati ketika rumah anda dan beberapa tetangga padam ada tetangga lain yg masih menyala? Atau mkn mendapati ketika rumah anda dan beberapa tetangga down ada tetangga lain yg masih full. Solusinya segera laporkan ke PLN supaya di balance lg tuh pembebananya, tentu PLN akan senang hati. Krn beban yg tdk balance RST-nya akan sangat merugikan di sisi pelanggan dan pihak PLN sendiri.
**penambahan ground di jalur netral memang salah satu alternatif jk mengacu ke titik netral gardu yg dibumikan/di ground... tetapi hal ini mungkin tdk terlalu menghasilkan solusi yg signifikan pada kasus tersebut klo melihat down teganggan hingga 60 volt. Selain itu untuk mendapatkan tahanan tanah (ground) memerlukan dana yg lumayan (bisa ratusan hingga jutaan untuk mendapatkan tahanan tanah dibawah 2 ohm) pada kondisi tertentu misal rumah di pegunungan.
**semua kejadian yg diatas sebenarnya udah di perhitungkan oleh pihak PLN maupun drawing-nya, krn sesuai standart; pelanaggan TR akan mendapatkan +5 s/d -10 dari tegangan standart (220 volt per phase). Hanya krn kualitas alat dan penggerjaan yg dikuranggi bisa sebabkan hal sprt itu, selain itu dimungkinkan ada beban lain yg ikut jadi penumpang beban gelap yg ikut sedot tuh daya pada jalur phase tsb (nah lo....). Klo memang dari jaringan pelanggan (lepas sekering) normal segeralah lapor ke PLN krn jalur sekering keatas itu hak PLN yg dilindunggi undang-undang (OA, KWH-meter, Twisted, dst).
-
Gardu distribusi PLN (TR ~3) pada primernya menganut sambungan bintang 3 phase dgn titik tengah sebagai netral yg di bumikan/di tanahkan/ di ground dan dgn phase R-S-T. Mungkin anda pelanggan 1 phase. Dlm kasus tsb ada banyak kemungkinan, misal;
1. TM-nya drop (mengatasinya dgn menaikan tap grid di primer trafo oleh PLN)
2. Trafo overload, ini di tandai dgn down-nya seluruh phase di TR trafo tsb (trafo dengung, panas, dll. solusinya harus diganti trafo, oleh PLN)
3. Satu phase down, ini ditandai dgn turunya tegangan pada jaringan yg se-phase dgn rumah anda. Mungkin anda pernah mendapati ketika rumah anda dan beberapa tetangga padam ada tetangga lain yg masih menyala? Atau mkn mendapati ketika rumah anda dan beberapa tetangga down ada tetangga lain yg masih full. Solusinya segera laporkan ke PLN supaya di balance lg tuh pembebananya, tentu PLN akan senang hati. Krn beban yg tdk balance RST-nya akan sangat merugikan di sisi pelanggan dan pihak PLN sendiri.
**penambahan ground di jalur netral memang salah satu alternatif jk mengacu ke titik netral gardu yg dibumikan/di ground... tetapi hal ini mungkin tdk terlalu menghasilkan solusi yg signifikan pada kasus tersebut klo melihat down teganggan hingga 60 volt. Selain itu untuk mendapatkan tahanan tanah (ground) memerlukan dana yg lumayan (bisa ratusan hingga jutaan untuk mendapatkan tahanan tanah dibawah 2 ohm) pada kondisi tertentu misal rumah di pegunungan.
**semua kejadian yg diatas sebenarnya udah di perhitungkan oleh pihak PLN maupun drawing-nya, krn sesuai standart; pelanaggan TR akan mendapatkan +5 s/d -10 dari tegangan standart (220 volt per phase). Hanya krn kualitas alat dan penggerjaan yg dikuranggi bisa sebabkan hal sprt itu, selain itu dimungkinkan ada beban lain yg ikut jadi penumpang beban gelap yg ikut sedot tuh daya pada jalur phase tsb (nah lo....). Klo memang dari jaringan pelanggan (lepas sekering) normal segeralah lapor ke PLN krn jalur sekering keatas itu hak PLN yg dilindunggi undang-undang (OA, KWH-meter, Twisted, dst).
Sistem gardu distribusi seperti ini untuk daerah mana?
-
maaf sekedar share...
Gardu distribusi PLN (TR ~3) pada primernya menganut sambungan bintang 3 phase dgn titik tengah sebagai netral yg di bumikan/di tanahkan/ di ground dan dgn phase R-S-T. Mungkin anda pelanggan 1 phase. Dlm kasus tsb ada banyak kemungkinan, misal;
1. TM-nya drop (mengatasinya dgn menaikan tap grid di primer trafo oleh PLN)
2. Trafo overload, ini di tandai dgn down-nya seluruh phase di TR trafo tsb (trafo dengung, panas, dll. solusinya harus diganti trafo, oleh PLN)
3. Satu phase down, ini ditandai dgn turunya tegangan pada jaringan yg se-phase dgn rumah anda. Mungkin anda pernah mendapati ketika rumah anda dan beberapa tetangga padam ada tetangga lain yg masih menyala? Atau mkn mendapati ketika rumah anda dan beberapa tetangga down ada tetangga lain yg masih full. Solusinya segera laporkan ke PLN supaya di balance lg tuh pembebananya, tentu PLN akan senang hati. Krn beban yg tdk balance RST-nya akan sangat merugikan di sisi pelanggan dan pihak PLN sendiri.
**penambahan ground di jalur netral memang salah satu alternatif jk mengacu ke titik netral gardu yg dibumikan/di ground... tetapi hal ini mungkin tdk terlalu menghasilkan solusi yg signifikan pada kasus tersebut klo melihat down teganggan hingga 60 volt. Selain itu untuk mendapatkan tahanan tanah (ground) memerlukan dana yg lumayan (bisa ratusan hingga jutaan untuk mendapatkan tahanan tanah dibawah 2 ohm) pada kondisi tertentu misal rumah di pegunungan.
**semua kejadian yg diatas sebenarnya udah di perhitungkan oleh pihak PLN maupun drawing-nya, krn sesuai standart; pelanaggan TR akan mendapatkan +5 s/d -10 dari tegangan standart (220 volt per phase). Hanya krn kualitas alat dan penggerjaan yg dikuranggi bisa sebabkan hal sprt itu, selain itu dimungkinkan ada beban lain yg ikut jadi penumpang beban gelap yg ikut sedot tuh daya pada jalur phase tsb (nah lo....). Klo memang dari jaringan pelanggan (lepas sekering) normal segeralah lapor ke PLN krn jalur sekering keatas itu hak PLN yg dilindunggi undang-undang (OA, KWH-meter, Twisted, dst).
yang warnanya di rubah mungkin salah ketik??? saya rasa sekuder???
-
@thpurwanto
Saya kira udah cukup jelas
@ mas Aan
Ya terima kasih koreksinya... mantab!!! Memang benar sambungan delta gardu tdk ada titik tengahnya.... hehehe
Mkn perlu saya tambahin biar lebih jelas ya mas. Primernya sambungan delta TM 3~ 20kv (20.000 votl), sekunder bintang 3~. Krn skundernya bintang maka terjadi 2 tegangan pada skundernya. Antar phase 380volt, sedang phase-netral 220volt. Standar yg terlayani PLN utk sambungan TR max 197kva per-gardu.
-
@thpurwanto
Saya kira udah cukup jelas
@ mas Aan
Ya terima kasih koreksinya... mantab!!! Memang benar sambungan delta gardu tdk ada titik tengahnya.... hehehe
Mkn perlu saya tambahin biar lebih jelas ya mas. Primernya sambungan delta TM 3~ 20kv (20.000 votl), sekunder bintang 3~. Krn skundernya bintang maka terjadi 2 tegangan pada skundernya. Antar phase 380volt, sedang phase-netral 220volt. Standar yg terlayani PLN utk sambungan TR max 197kva per-gardu.
Koreksi ya.
Sistem pentanahan 20 kV di GI yang diterapkan PLN ada 3 yaitu pola 1, pola 2 dan pola 3. Meskipun hanya pentanahan di GI tetapi sangat menentukan sistem di feeder dan gardu distribusi, sistem proteksi dll.
Pola 1 untuk Jawa Timur menerapkan tahanan tanah 500 Ohm (hi resistant), pola 2 Jawa Tengah menerapkan tahanan tanah langsung < 1 Ohm (solid) dan Pola 3 Jawa Barat, DKI dan luar Jawa menerapkan tahanan rendah (low resistant) - 40 Ohm untuk SUTM dan 12 Ohm untuk SKTM/ SKUTM.
Untuk pola 1 trafo distribusi harus selalu terhubung 3~. Meskipun ada yang trafo 1~ tetapi harus terhubung fasa ke fasa. Tapi yang ini sekarang sudah tidak ada.
Pola 2 bisa menggunakan trafo 1~ maupun 3~. Feeder bisa ditarik hanya 1~ 1 kawat menuju pusat beban. Pada gardu distribusi 1~ netral primer trafo (11,5 kV) di ground bersama dengan netral sekunder (220 V).
Pola 3 sama seperti pola 1, trafo distribusi harus trafo 3~. Yang beda dengan pola 1 adalah sistem proteksinya.
Untuk trafo distribusi 3~ dibawah 200 kVA menggunakan belitan YZn5 sedangkan 200 kVA keatas menggunakan DYn5. Tetapi meskipun belitan primernya Y (trafo dibawah 200 kVA) untuk pola 1 dan 3 titik bintangnya tidak boleh di ground. Ini berlaku baik trafo distribusi PLN maupun trafo milik pelanggan.
Jadi primer trafo distribusi tidak selalu delta.
-
@thpurwanto
Klo sy amati dari permintaan saudara Bruce, beliau seorang pelanggan TR 220 volt yg tinggal di Jakarta.
-
Ups.. Sorry..
memang harusnya diskusi itu gak perlu berkembang sampai kesana sih ya...
:)
-
aplos1 8) sip udah klir semua....
-
Jadi bagaimana Om Bruce , sudah hampir 2 tahun apakah tegangan listrik di rumah anda masih suka turun sampai 160 Volt ?