Sedikit penjelasan dari saya :
- Stereo encoder ini berdasarkan rangkaian dasar dari stereo encoder pira.cz yg di mix dengan rangkaian stereo encodernya katruud.
- Sampling rate terhadap 19KHz (pilot tone) = 97X over sampling = 1843 KHz
- Sampling rate terhadap 38Khz = 2X pilot tone = 48,5X oversampling = 1843 KHz
- Untuk sampling rate masih bisa dimaksimalkan sampai 105X oversampling dengan kristal 15,96 MHz, soalnya atmega8 mentok di frekuensi clock 16 MHz
simulasi dengan software Proteus 7.4

Kendala utama pada rangkaian stereo encoder adalah munculnya sinyal harmonic pada proses switching (DSBSC) karena proses switching seperti halnya 2X sampling akan membentuk "square signal" yg akan membangkitkan sinyal harmonic akibat sampling antara signal left channel dan right channel terlalu drastis. Pembentukan sinyal pilot tone (19KHz) yg dibentuk oleh "square signal" juga akan menimbulkan sinyal harmonic.
Oleh karena itu proses switching dan pembentukan sinyal pilot tone (19KHz) sebisa mungkin berbentuk sinyal sinus yg sempurna, sehingga perubahan sinyal left ke sinyal right bisa halus (fade in fade out). Cara yg paling mungkin adalah dengan memperbanyak jumlah sampling rate sinyal audio dan juga meningkatkan resolusi pembentukan sinyal pilot tone (19KHz). Semakin banyak jumlah sampling juga akan meningkatkan separasi dan stabilitas audio. Ada beberapa teknik yg bisa digunakan untuk membentuk sinyal sinus, salah satu cara yg murah adalah dengan menggunakan microcontroller. Penjelasan lengkapnya bisa dilihat di :
http://transmitters.tripod.com/stereo.htm