KOMUNITAS HOBBIYST ELEKTRONIKA - KHE
Diskusi Elektronika => Kategori Mikrokontroller/Robotik => Mikrokontroller Seri PIC => Topik dimulai oleh: juhar pada Desember 20, 2010, 08:53:55 AM
-
Berawal dari pancingan mas Ri-5-am yang memposting kode kontroller PLL FM RDVV, dan juga keinginan untuk belajar kembali dunia mikro yang lama ditinggalkan, maka ane coba buka trit baru untuk mbahas penggunaan mikrokontroller dalam aplikasi sederhana.
Biar mudah dan semua bisa cepat mengikuti, ane pilih pake bahasa BASIC aja.
Nah, yang mesti disiapkan adalah :
1. IC PIC (boleh 16F628A ato 16F84A)
2. Hardware programmer PIC-nya, banyak macem bisa bikin sendiri ato beli jadi
3. Program buat compilernya (ane pakai Proton aja)
4. Program Simulatornya (PIC Simulator)
Ane siap2 dulu yah... :-X
update :
Kayaknya musti pake program yg full version nih, barusan pake proton lite, cuman maksimal 50 baris aja, udah gitu PICnya terbatas. Nyari yg full dulu yah :)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ehm... kalo pake GCBasic ama Emerald editor yang gratisan kayaknya lebih mantab nih...
seperti info dari mas Ri-5-am,
GC Basic dari http://gcbasic.sourceforge.net/download.html
Crimson Editor dari http://www.crimsoneditor.com/english/download.html
Ane cobain dulu yaa...
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Update lagi : Ternyata GCBasic kurang nyaman,... mendingan pake PicBasic Pro ato Proton aja yah...
Bukannya menganjurkan membajak program, tapi klo beli emang harganya mahal... klo cuman buat belajar, mungkin bisa nyoba cari sendiri di net ato pm ane, ntar ane bantuiin cari link buat donlod programnya.
Nah sekarang mo install PBP dulu, yang nggak gedhe2 makan harddisk, klo Proton mah gedhe banget, tapi maknyoss ada simulatornya langsung. jadi bisa ngetest rangkaian sebelum dibikin PCB / disolder.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Update maning:...
Ternyata Proton emang paling oyeeeee..... dah, ane pakai proton aja...
Teman2 klo mo link buat donlodnya pm aje yaa, atau bisa cari di webnya sonsivri.com
-
Dilanjut... 8)
-
mas juhar nti penjelasannya pakai pahasa mudah di pahami ye,......maklum saya orang ndeso,ngikut belajar... :)
-
idem sama mas bondan...wehehehe.. :-X
-
Setelah berhasil install Proton Basic dan IDE-nya (IDE = Integrated Development Environment, ato bahasa gampangnya Editor buat nulis & compile program), sekarang kita mulai merakit kontroler kita pake PIC 16F84.
Dari kode2 berikut akan nampak betapa mudahnya memprogram PIC dengan menggunakan BASIC.
Oh ya, baris yang dikasih tanda ' (apostrophe) adalah komentar, jadi nggak bakal dihiraukan oleh Proton
' Jenis PIC yang digunakan
Device = 16F84A
' Konfigurasi PIC
' pake kristal 4 Mhz --> XT_OSC
' WatchDog Timer off --> WDT_OFF
' PowerOn Timer off --> PWRTE_OFF
' Code Protection off --> CP_OFF
Config XS_OSC, WDT_OFF, PWRTE_OFF, CP_OFF
'susunan pinout LCD
LCD_DTPin = PORTB.4 ' Data mulai portB.4 s/d portB.7
LCD_RSPin = PORTB.2 ' Register Select di portB.2
LCD_ENPin = PORTB.3 ' Enable di portB.3
LCD_Interface = 4 ' Transmisi data 4-bit
LCD_Lines = 2 ' LCDnya 2 baris
ProgramKu:
Print At 1,1, "KHE Indonesia" ' tulis di layar, baris pertama
End ' Selesai
Bandingkan dengan cuplikan kode yang biasa ane pakai dengan ASM langsung...
;========================================================================
; Rutin untuk kontrol maupun tulis data ke LCD
;========================================================================
EnableLCD
bsf LCD_CTRLPORT, EN_LCD
nop
bcf LCD_CTRLPORT, EN_LCD
Return
ClearDisplayLCD
movlw 0x01
Call TulisPerintah
Return
LCDBaris1F
movlw 0x82
Call TulisPerintah
Return
LCDBaris1
movlw 0x80
Call TulisPerintah
Return
LCDBaris2
movlw 0xC0
Call TulisPerintah
Return
LCDCursorOn
movlw 0x0D
Call TulisPerintah
Return
LCDCursorOff
movlw 0x0C
Call TulisPerintah
Return
;=========================================================================
; menuliskan data 8 bit dalam 2x jalan (interface 4 bit)
; tulis dulu data di MSB, baru diikuti LSB
;=========================================================================
TulisData
movwf DataTemp
swapf DataTemp, w
andlw 0x0f
movwf LCD_DATAPORT
bsf LCD_CTRLPORT, RS_LCD
Call EnableLCD
Call Tunda5ms
movf DataTemp, w
andlw 0x0f
movwf LCD_DATAPORT
bsf LCD_CTRLPORT, RS_LCD
Call EnableLCD
Call Tunda5ms
Return
;========================================================================
; menuliskan perintah 8 bit dalam 2x jalan (interface 4 bit)
; tulis dulu perintah di MSB, baru diikuti LSB
;========================================================================
TulisPerintah
movwf DataTemp
swapf DataTemp, w
andlw 0x0f
movwf LCD_DATAPORT
bcf LCD_CTRLPORT, RS_LCD
Call EnableLCD
nop
movf DataTemp, w
andlw 0x0f
movwf LCD_DATAPORT
bcf LCD_CTRLPORT, RS_LCD
Call EnableLCD
Call Tunda5ms
Return
;=========================================================================
; urutan penginisialisasian LCD
;=========================================================================
InisialisasiLCD
Call Tunda100ms
movlw 0x20
Call TulisPerintah
movlw 0x28
Call TulisPerintah
movlw 0x0C
Call TulisPerintah
movlw 0x06
Call TulisPerintah
Call ClearDisplayLCD
Call LCDBaris1
Return
::) ::) :P :P
-
lanjut mas...+1 ilmu nih
-
Berawal dari pancingan mas Ri-5-am yang memposting kode kontroller PLL FM RDVV, dan juga keinginan untuk belajar kembali dunia mikro yang lama ditinggalkan, maka ane coba buka trit baru untuk mbahas penggunaan mikrokontroller dalam aplikasi sederhana.
Biar mudah dan semua bisa cepat mengikuti, ane pilih pake bahasa BASIC aja.
Nah, yang mesti disiapkan adalah :
1. IC PIC (boleh 16F628A ato 16F84A)
2. Hardware programmer PIC-nya, banyak macem bisa bikin sendiri ato beli jadi
3. Program buat compilernya (ane pakai Proton aja)
4. Program Simulatornya (PIC Simulator)
Ane siap2 dulu yah... :-X
update :
Kayaknya musti pake program yg full version nih, barusan pake proton lite, cuman maksimal 50 baris aja, udah gitu PICnya terbatas. Nyari yg full dulu yah :)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ehm... kalo pake GCBasic ama Emerald editor yang gratisan kayaknya lebih mantab nih...
seperti info dari mas Ri-5-am,
GC Basic dari http://gcbasic.sourceforge.net/download.html
Crimson Editor dari http://www.crimsoneditor.com/english/download.html
Ane cobain dulu yaa...
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Update lagi : Ternyata GCBasic kurang nyaman,... mendingan pake PicBasic Pro ato Proton aja yah...
Bukannya menganjurkan membajak program, tapi klo beli emang harganya mahal... klo cuman buat belajar, mungkin bisa nyoba cari sendiri di net ato pm ane, ntar ane bantuiin cari link buat donlod programnya.
Nah sekarang mo install PBP dulu, yang nggak gedhe2 makan harddisk, klo Proton mah gedhe banget, tapi maknyoss ada simulatornya langsung. jadi bisa ngetest rangkaian sebelum dibikin PCB / disolder.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Update maning:...
Ternyata Proton emang paling oyeeeee..... dah, ane pakai proton aja...
Teman2 klo mo link buat donlodnya pm aje yaa, atau bisa cari di webnya sonsivri.com
Weh.. weh..weh.. ni pakar koding dah mulai beraksi ni... manatbbbbbbb.... 8) 8)
Se-paham dengan Om juhar ini, setelah pake GCBASCIC, dibandingkan dengan PBP (PICBASIC PRO) ato mungkin dengan laenya, ane merasa agak kurang nyaman. Mungkin ada satu falsafah yang harus diingat dalam hal ini... "GRATISAN KOK PINGIN NYAMAN" he..he..he..he... Dah bisa jalan dah untung... :P
Akhirnya ane juga pake PBP, Untuk asm-nya pake MPASM dari microchip. Editornya pake Microstudio... uenakkk tenan... dan simulatornya pake PICSIMULATOR...
Kemarin udah selesai juga edit edit source-nya RDVV. info terahir dari p. Machmud udah bisa lock sampe 459,00MHz. Kemaren pak Machmud yang dah nyobain.. ane bikin softwarenya tapi ga punya hardwarenya... ckc..ck..ck... :'( Hexnnya tar tak uplod... mayan, bisa bikin STL ni... Juga isi programnya... tar tak opensourcelah... tenang aja...
DILANJUT.... 8) 8) 8)
-
Berikut ini sekilas hasil pembacaan dan menerjemahkan kode RDVV dari ViProje
Yang jelas dicompile nggak error, cuman belum tau klo di rangkaian aslinya, wong PLL RDVVku masih belum selesai disolderin hehehe
:P :P
Mohon review dari rekan2, terutama yang PLL RDVV-nya udah jalan.
Sekalian biar bisa langsung dibuat memahami cara kerja PIC
[code]
'****************************************************************
'* Author : [H
-
wah ... master programer akhirnya beraksi .... ngga ada simulator ne ... hikz ... wa coba2 instal microbasic bawaan dari k182 ... ada erot di line 25 ... opo yo ??? maklum masi belum tau dengan komen2 compailer .. zizizizi ...
pic simulatorna dimana yo ?
-
Program ini ane coba dengan Proton, jadi klo di-compile dengan MikroBasic mungkin perlu penyesuaian.
Cek PM.
-
ya deh gan ntar di download ... trafik tinggi sekarang ... agak lemot internet .... lagi pula besok mo off dulu .... ngurus bini mo lahir .. lanjutkan dulu gan ....
cuma gan ada kelemahan di rdvv ... maunya si setiap frekwensi sudah lock ... dan jika osc tidak tepat mis pas tun ato apa .. maka dia unluk eh unlock ... mungkin bisa kirim data terus dari lock nya ke pengulangan osc nya ... sehingga lock nya ngga idup terus ... kemarin ada ngobrol cuma itu kelemahan rdvv harus ada prog tambahan untuk melakukan feedback terus menerus untuk mengecek apakah benar2 lock pada frek na ...
mantap2 ... lanjutkan .... 8) 8) 8)
-
Waa... selamat ya bang Isur, dah mo punya momongan lagi
:-* :-* :-*
Sepertinya sih kalo liat logika programnya, dia ada saat baca data dari I2C dan ngecheck klo ada unlock.
Coba kita modif sama2 yuk, aku soalnya juga belum jadi ni PLL RDVV-nya...
IC yang kapan hari dari mas Isur masih nganggur hehehe ...
Ayo mas Ri-5-am mana nih ??? Dikoreksi juga dong hasil bedah programnya...
Ane masih newbie juga kok. Kebetulan kemaren mas Ri-5-am yang kasih trigger jadi kepingin utak atik lagi.
-
Berikut ini sekilas hasil pembacaan dan menerjemahkan kode RDVV dari ViProje
Yang jelas dicompile nggak error, cuman belum tau klo di rangkaian aslinya, wong PLL RDVVku masih belum selesai disolderin hehehe
:P :P
Mohon review dari rekan2, terutama yang PLL RDVV-nya udah jalan.
Sekalian biar bisa langsung dibuat memahami cara kerja PIC
[code]
'****************************************************************
'* Author : [H
-
Ane bikin downloadernya dulu...
Sekedar ikut me-logika,
Pada baris ini ni:
'Frek_Kerja = ERead 02 'Baca data dari internal EEPROM, ini aslinya
Frek_Kerja = 990 ' Kita set frekuensi awal 99.0 Mhz
If Frek_Kerja > 0 Then Lanjut
Kalo di compile, kalo sy tidak salah logika, maka setiap kali habis dimatikan, pll akan kembali ke frek. 99,0Mc ya...?
Saya kemarin modifikasi disini menjadi:
frek_kerja = eread 02
if (frek_kerja < 875 ) or (frek_kerja >108) then
'kalo ternyat frekwensinya diluar band FM, maka
frek_kerja = 100 'default 100mc
lanjut
else
lanjut
endif
Ntu aja si.. laennya OK...
Eh, pernah juga ada masalah ndak bisa simpan ke eeprom, jadi saat mati kembali ke frek. default.
Saya buat variable frek menjadi lowbyte dan highbyte. nah, dari low dan high byte ini, baru disimpan ke eep.
Lengkapnya nanti aku uplod.. dari rumah... i.alloh
Yup betul mas Ri-5-am... Kelupaan, klo mati kan mbalik lagi hehehe :)
Klo masalah kelemahan yang diungkap ama mas Isur ni gimana ya ? Ada yang ngalamin juga ?
cuma gan ada kelemahan di rdvv ... maunya si setiap frekwensi sudah lock ... dan jika osc tidak tepat mis pas tun ato apa .. maka dia unluk eh unlock ... mungkin bisa kirim data terus dari lock nya ke pengulangan osc nya ... sehingga lock nya ngga idup terus ... kemarin ada ngobrol cuma itu kelemahan rdvv harus ada prog tambahan untuk melakukan feedback terus menerus untuk mengecek apakah benar2 lock pada frek na ...
Kayaknya flowchart programnya diubah aja ya, biar lebih afdol...
Bayanganku sih begini :
1. Inisialisasi
2. Baca EEPROM
3. Jika EEPROM diluar Range, maka set Frekuensi ke 99 Mhz
4. Set Frekuensi
5. Baca Status Lock PLL
6. Jika Unlock, NonAktifkan Penguat dan Set Ulang Frekuensi Trus Balik ke No. 5
7. Tampilkan Frekuensi
8. Tunggu Masukan Tombol
9. Jika Ada Tombol ditekan, hitung ulang frekuensi baru
10. Balik ke no 4.
Brrr... jadi kepengen nyolder RDVV nih....
-
Memang ada kelemahannya yaitu :
a. Misal pll sudah lock dan kita putuskan tegangan ke oscilator maka pll tetap lock
padahal tidak ada signyal RF, lho kenapa diputus?
Eh.... untuk ngebreak kang... saya putus bagian vco-nya saja dan pll lock terus.
dan tidak menutup kemungkinan hal tsb terjadi juga bukan untuk ngebreak
b. PLL LOCK, trimer diputar dan out RF panas sedangkan di radio dan dicounter frekuensi
tidak ada.
Nah bagusnya bagiamana dari sisi pemograman?
-
Ane bikin downloadernya dulu...
Sekedar ikut me-logika,
Pada baris ini ni:
'Frek_Kerja = ERead 02 'Baca data dari internal EEPROM, ini aslinya
Frek_Kerja = 990 ' Kita set frekuensi awal 99.0 Mhz
If Frek_Kerja > 0 Then Lanjut
Kalo di compile, kalo sy tidak salah logika, maka setiap kali habis dimatikan, pll akan kembali ke frek. 99,0Mc ya...?
Saya kemarin modifikasi disini menjadi:
frek_kerja = eread 02
if (frek_kerja < 875 ) or (frek_kerja >108) then
'kalo ternyat frekwensinya diluar band FM, maka
frek_kerja = 100 'default 100mc
lanjut
else
lanjut
endif
Ntu aja si.. laennya OK...
Eh, pernah juga ada masalah ndak bisa simpan ke eeprom, jadi saat mati kembali ke frek. default.
Saya buat variable frek menjadi lowbyte dan highbyte. nah, dari low dan high byte ini, baru disimpan ke eep.
Lengkapnya nanti aku uplod.. dari rumah... i.alloh
Yup betul mas Ri-5-am... Kelupaan, klo mati kan mbalik lagi hehehe :)
Klo masalah kelemahan yang diungkap ama mas Isur ni gimana ya ? Ada yang ngalamin juga ?
cuma gan ada kelemahan di rdvv ... maunya si setiap frekwensi sudah lock ... dan jika osc tidak tepat mis pas tun ato apa .. maka dia unluk eh unlock ... mungkin bisa kirim data terus dari lock nya ke pengulangan osc nya ... sehingga lock nya ngga idup terus ... kemarin ada ngobrol cuma itu kelemahan rdvv harus ada prog tambahan untuk melakukan feedback terus menerus untuk mengecek apakah benar2 lock pada frek na ...
Kayaknya flowchart programnya diubah aja ya, biar lebih afdol...
Bayanganku sih begini :
1. Inisialisasi
2. Baca EEPROM
3. Jika EEPROM diluar Range, maka set Frekuensi ke 99 Mhz
4. Set Frekuensi
5. Baca Status Lock PLL
6. Jika Unlock, NonAktifkan Penguat dan Set Ulang Frekuensi Trus Balik ke No. 5
7. Tampilkan Frekuensi
8. Tunggu Masukan Tombol
9. Jika Ada Tombol ditekan, hitung ulang frekuensi baru
10. Balik ke no 4.
Brrr... jadi kepengen nyolder RDVV nih....
Cepet nyoldernya biar ditest...
-
Kayaknya flowchart programnya diubah aja ya, biar lebih afdol...
Bayanganku sih begini :
1. Inisialisasi
2. Baca EEPROM
3. Jika EEPROM diluar Range, maka set Frekuensi ke 99 Mhz
4. Set Frekuensi
5. Baca Status Lock PLL
6. Jika Unlock, NonAktifkan Penguat dan Set Ulang Frekuensi Trus Balik ke No. 5
7. Tampilkan Frekuensi
8. Tunggu Masukan Tombol
9. Jika Ada Tombol ditekan, hitung ulang frekuensi baru
10. Balik ke no 4.
Brrr... jadi kepengen nyolder RDVV nih....
Kaya-ya, dengan flowchart ini masalah ga akan sembuh om... coba dilogika pada chart no 8. Disini, program akan Halt/interup untuk menunggu sampai ada tombol ditekan. dia akan terus menunggu, sampai lupa nggak ngecek apakan frekwensi masih ke kunci ato tidak. Kalo logika-ku, flownya jadi begini:
- start
- Baca Data Eprom
- Frekwensi antara 88-108?
- No: set angka,
- Ya: lanjut program
- Set frekwensi
- Baca status PLL
- Terkunci?
- No: kembali ke set Frek.
- Ya: lanjut
- Tampilkan display frek
- Tombol ditekan?
- Tidak: kembali ke baca Status PLL
- Ya: Pilih Frekwensi
- kembali ke set frekwensi
Lebih kurangnya akan begini:
Program Inisialisasi, lalu ambil data ke eeprom. Jika ternyata data tidak berada di range FM, buat data baru (default), kalau sudah ada di range FM, maka selanjutnya set Frek ke PLL. Tunggu beberapa detik, lalu baca Status PLL. Kekunci tidak? Tidak: ulangi proses set frek, lalu baca lagi... dan terus loop sampai PLL ke status Lock. Jika Lock, maka tampilkan nilai frekwensinya dilayar. Tunggu beberapa saat, lalu monitor kondisi tombol. jika tidak ditekan untuk set, maka kembali ke cek frekwensi, dan teruss loop sampai tombol ditekan. jika tombol ditekan, baru keluar dari loop masuk mode pilih frekwensi. dan jika set ditekan, maka kembali ke seting frekwensi...
Dengan begini, program akan terus memonitor 2 hal: apakah tombol ditekan dan apakah frekwensi kekunci...
Insya Alloh, teratasi deh masalahnya mang Isur...
Saatnya dicoba ke script yuuukkk.....
Koding duluu.... ;)
-
Memang ada kelemahannya yaitu :
a. Misal pll sudah lock dan kita putuskan tegangan ke oscilator maka pll tetap lock
padahal tidak ada signyal RF, lho kenapa diputus?
Eh.... untuk ngebreak kang... saya putus bagian vco-nya saja dan pll lock terus.
dan tidak menutup kemungkinan hal tsb terjadi juga bukan untuk ngebreak
b. PLL LOCK, trimer diputar dan out RF panas sedangkan di radio dan dicounter frekuensi
tidak ada.
Nah bagusnya bagiamana dari sisi pemograman?
Maksudnya LOCK ini adalah tampilan di layarnya kan om Machmud ? Bukan kondisi nyata di hardwarenya kan ?
Karena klo tegangan ke VCO diputus (tegangan power supply apa tegangan koreksi ? ) Mestinya kan VCOnya tidak kerja (tegangan VCC yang diputus) ?
Klo tegangan koreksi yang menuju varactor yang diputus, mestinya VCO tetap kerja, cuman nggak tau frekuensinya ada di mana, bisa tetap, bisa juga geser.
Nah, mestinya kita harus sering2 pantau kondisi PLL , atau sinyal UNLOCK dari TSA, begitu UNLOCK, kita harus segera kirim data baru, atau memerintahkan si TSA untuk set ulang.
Tapi dari kondisi yang ada ini, berarti si TSA nggak nyimpan data ya ? Coba sih aku baca lagi datasheetnya, soalnya dari pengalaman bikin pll HF selama ini, selama data divider itu tidak berubah, maka perubahan yang terjadi pada VCO akibat panas, getaran, atau induksi obyek lain, secara otomatis akan memerintahkan Phase Detector untuk melakukan koreksi.
Asumsiku kemaren adalah begitu, jadi kalo tidak ada tombol yang ditekan (perintah untuk pindah frekuensi), maka VCO akan selalu otomatis terkunci oleh TSA. Karena apabila ada pergeseran, maka Phase Detector internal TSA akan melakukan koreksi langsung sesuai dengan info divider yang dikirim via PIC.
Baca datasheet lagi ah... soalnya kemaren pulang malem, nyampe rumah langsung mandi, sholat trus tidur hehehe, jadi nggak sempat nyolder PLL :)
Mas Ri-5-am dah jadi belum nih ?
-
Nyimak dulu....Ilmu yg di tunggu2..!
-
Coba experiman yang punya pll RDVV ini, setelah pll lock putus tegangan yang ke vconya saja
dan tegangan yang lainnya hidupkan maka indikator pll tetap lock. Beda dengan pll TC9122 misalnya
begitu vco-nya saja dimatikan maka pll jadi unlock. Nah ini sama dengan pLL Veronika, bila kita
matikan tegangan yang ke vconya saja, maka pll yang sudah lock tetap saja dianggap lock.
Jadi coba bandingkan pll tc9122 bila tegangan ke vco dilepas indikator langsung unlock.
Nah yang ngebrek pakai TC9122 kurang bagus sebab ada delay sekitar 2 detik menuju pll lock
beda dengan Veronika karena pll nya sudah lock walau tak ada tegangan ke vco, begitu tegangan
ke vco masuk frekuensi kerja langsung di situ lagi. Kalau TC9122 akan kembali ke frekuensi unlock
dan ditarik dengan pll ke frekuensi lock sehingga membutuhkan satu atau dua detik untuk menjadi
lock.
Kejadian lainnya pada pll rdvv ini:
- PLL dihidupkan dan sudah terkunci
- Pada pll ini kan ada trimpot sebagai yang menyuplai ke transistor ke-3, bila lock maka transistor
ke tiga diberi tegangan lewat ic PIC, nah ini biasanya dimanpaatkan jadi POWER ADJUST dalam pll tsb - Misal pakai c1970 pada posisi mentok power adjsut tsb pll output sd 1watt
- Frekuensi di radio FM menghilang... alias terganggu, begitu power adjust diturunkan misal 300mw
maka frekuensi kembali ke frekuensi lock atau - Power adjust diputar sd mentok dan pll dihidupkan, nah pll ini tidak mau lock sbb terganggu tsb,
tetapi bila power adjustnya diturunkan pll langsung lock dan power adjust dinaikan tetap lock
padahal di frekuensi counter tak ada - Ada indikasi transistor ke-3 mempengaruhi frekuensi kerja sehingga yang dipancarkan jadi tidak fokus
(terkunci).
-
Coba experiman yang punya pll RDVV ini, setelah pll lock putus tegangan yang ke vconya saja
dan tegangan yang lainnya hidupkan maka indikator pll tetap lock. Beda dengan pll TC9122 misalnya
begitu vco-nya saja dimatikan maka pll jadi unlock. Nah ini sama dengan pLL Veronika, bila kita
matikan tegangan yang ke vconya saja, maka pll yang sudah lock tetap saja dianggap lock.
Jadi coba bandingkan pll tc9122 bila tegangan ke vco dilepas indikator langsung unlock.
Nah yang ngebrek pakai TC9122 kurang bagus sebab ada delay sekitar 2 detik menuju pll lock
beda dengan Veronika karena pll nya sudah lock walau tak ada tegangan ke vco, begitu tegangan
ke vco masuk frekuensi kerja langsung di situ lagi. Kalau TC9122 akan kembali ke frekuensi unlock
dan ditarik dengan pll ke frekuensi lock sehingga membutuhkan satu atau dua detik untuk menjadi
lock.
Kejadian lainnya pada pll rdvv ini:
- PLL dihidupkan dan sudah terkunci
- Pada pll ini kan ada trimpot sebagai yang menyuplai ke transistor ke-3, bila lock maka transistor
ke tiga diberi tegangan lewat ic PIC, nah ini biasanya dimanpaatkan jadi POWER ADJUST dalam pll tsb - Misal pakai c1970 pada posisi mentok power adjsut tsb pll output sd 1watt
- Frekuensi di radio FM menghilang... alias terganggu, begitu power adjust diturunkan misal 300mw
maka frekuensi kembali ke frekuensi lock atau - Power adjust diputar sd mentok dan pll dihidupkan, nah pll ini tidak mau lock sbb terganggu tsb,
tetapi bila power adjustnya diturunkan pll langsung lock dan power adjust dinaikan tetap lock
padahal di frekuensi counter tak ada - Ada indikasi transistor ke-3 mempengaruhi frekuensi kerja sehingga yang dipancarkan jadi tidak fokus
(terkunci).
Dicoba TR ke 3 (kalo pake C1970), Pendinginntya di sambung ke VCC pak, ke Kaki kolektor. Mungkin bisa membantu..
Script: Masih belum tuntas. Tinggal bagian akhir si... rada sibuk....
-
Akur pak hehe...Semuanya sudah saya coba,bagian teg vconya di cut,pll tsa 5511,saa 1057,veronica sama tc9122,yang agak mendingan buat ngebreak pake tc 9122,terpaut 2-3 detik saja lumayan kalau di atur lg koker/lilitan oscnya speed lock bisa lebih cepat.
-
Klo aku lihat transistor ketiga yang dimaksud pak Machmud ini mungkin yang ada trimpot trus terhubung dengan indikator PLL UNLOCK dari TSA.
Transistor ini berfungsi sebagai switch, artinya kalau dia terima indikasi UNLOCK dari TSA, maka dia akan mencegah tegangan masuk ke buffer dari VCO, atau dengan kata lain, DILARANG MEMANCAR.
Nah, bisa jadi gangguan tersebut muncul karena buffer ini membebani VCO, sehingga jadi nggak keruan. Aturan lama dalam penggunaan osilator di HF, VCO atau Osilator harus 'lightly coupled' dengan tingkat berikutnya, supaya tidak terjadi 'pulling' alias gara2 terbebani, trus kerjanya jadi nggak keruan.
Coba lihat, C kopling dari VCO ke buffer, kalau nilainya di atas 50pF, siap2 aja keganggu.
Trus dalam dunia PLL, satu hal yang sangat penting tapi sering diabaikan ama teman2 adalah bagian LOOP FILTER, yang biasanya hanya terdiri dari R ama C, tapi mempengaruhi ke kualitas PLL-nya.
Kalau PLL ini nguncinya terlalu lama atau terlalu cepat, biasanya bagian LOOP filter ini yang perlu diutak-atik.
Untuk FM, tentunya Loop filter tidak boleh membuat penguncian terlalu cepat, karena kalo terlalu cepat, nanti kualitas audio jadi jueleeekkk poll. Kalau terlalu lambat, biasanya ganti frekuensi, nguncinya agak lama.
Kalo harus nunggu 2 detik dulu, wah lama bangettt... Teorinya mestinya dalam ukuran mikro detik alias nggak sampe liat lampu unlock menyala.
Kayaknya aku harus segera praktek nih, klo teori melulu ntar bukannya diskusi tapi jadi sharing mimpi hehehe :)
... TSAku tersayang... akuuu dataaaaannggg......
-
deleted....
Coba lihat, C kopling dari VCO ke buffer, kalau nilainya di atas 50pF, siap2 aja keganggu.
deleted.....
1n kang... dari vco ke buffer bukan pf lagi ;D
-
ijin menyimak walaupun ngak ngerti sama sekali ::) ::) ::) ???
-
deleted....
Coba lihat, C kopling dari VCO ke buffer, kalau nilainya di atas 50pF, siap2 aja keganggu.
deleted.....
1n kang... dari vco ke buffer bukan pf lagi ;D
Nggak kegedean tuh Kang, soalnya klo pembangkit / transistor VCOnya kebeban lebih dari tingkat berikutnya, biasanya jadi nggak stabil. Pengalaman ane sih klo di HF paling kopling ke buffer maksimal 500pF, setelah buffer baru 1000pF ke atas.
CMIIW yah, soalnya belum pernah mainan FM nih.
Lagian klo power adjust mestinya kan nggak ngaruh ke pembangkit frekuensinya. Lha yang diadjust kan penguat yang udah beberapa tingkat setelah osilator. Atau jangan2 gara2 nggak dikasih shielding, jadi koil osilator yang resonan dengan frekuensi output, akhirnya malah menyerap energi yang terpancarkan, sehingga osilatornya jadi nggak ngelock lagi.
???
-
Lha kalo rdvv out buffer 10nf trus out p.Anya 10nf x2 nah2.....,mulay lieur...
-
sebenarnya si saya juga ngga pernah pake 1n .. paling tinggi 68pf ... la tapi pake rdvv segitu ya tak coba aja ... mang masi jalan si ... cuma kek nya ndak padat aja signal nya ....
-
sebenarnya si saya juga ngga pernah pake 1n .. paling tinggi 68pf ... la tapi pake rdvv segitu ya tak coba aja ... mang masi jalan si ... cuma kek nya ndak padat aja signal nya ....
betul om,kalau vco pake bf981 biasanya pakai 102pf,ganti aja pake 100pf ya???
-
sebenarnya si saya juga ngga pernah pake 1n .. paling tinggi 68pf ... la tapi pake rdvv segitu ya tak coba aja ... mang masi jalan si ... cuma kek nya ndak padat aja signal nya ....
betul om,kalau vco pake bf981 biasanya pakai 102pf,ganti aja pake 100pf ya???
Coba aja Kang, sapa tau bisa lebih oke. Yang jelas sih kalo dari pengalaman di HF, osilator jangan sampai terbeban oleh tingkat berikutnya. Istilahnya "pulling". Emang penguatannya bertahap aja, biar sedikit2 lama2 menjadi bukit hehehe :)
Beda ma pakai tabung, 1 tingkat aja udah bisa keluar 1 watt :)
jaman pakai 6V6GT ama 6AG7 dulu :)
3 tingkat bisa 80 watt :)
Tapi awas kesetrummm...
-
Ok om mau di coba,barang kali lebih maknyus....!Oya back to topic,gimana caranya biar nama stasiun radio pada panel lcd bisa berjalan biar lebih atraktif gitu om!
-
Walaupun aku diam.,..tapi aku membaca,,,, :-\tapi lama lama koq tambah bingung ya,,,,trims gan infonya......bagus banget... top1
-
Ok om mau di coba,barang kali lebih maknyus....!Oya back to topic,gimana caranya biar nama stasiun radio pada panel lcd bisa berjalan biar lebih atraktif gitu om!
saya juga pengin animasi seperti moving sign pada LCD...tapi masih lieur....ga tau nii mas purwanto mungkin sudah bisa buat animasi PLL LCD....
-
PLL FM 76 - 90 MHz
(http://2.bp.blogspot.com/-MngXYJA19GU/Tch0DoY95yI/AAAAAAAAAG4/DMAmyq-cOCA/s1600/pllfmtrc2.gif)
mantaaabbb top1 top1 top1
-
reiceiver 1 ic mantaaaaaaaaaabbb top1 top1 top1
(http://4.bp.blogspot.com/-8S-2M2-9VSY/TciJxRIn8KI/AAAAAAAAAHA/dDzZ0__W5Zc/s1600/pllfmtrc1.gif)
control TX/RX
(http://4.bp.blogspot.com/-X8iGyzaBuTA/TciLqCMix2I/AAAAAAAAAHI/fzt64KA8sfk/s1600/pllfmtrc3.gif)
-
Ok om mau di coba,barang kali lebih maknyus....!Oya back to topic,gimana caranya biar nama stasiun radio pada panel lcd bisa berjalan biar lebih atraktif gitu om!
saya juga pengin animasi seperti moving sign pada LCD...tapi masih lieur....ga tau nii mas purwanto mungkin sudah bisa buat animasi PLL LCD....
heheheh bisa cumana bukan pake PIC tp pake ATmega....
-
PLL FM 76 - 90 MHz
(http://2.bp.blogspot.com/-MngXYJA19GU/Tch0DoY95yI/AAAAAAAAAG4/DMAmyq-cOCA/s1600/pllfmtrc2.gif)
mantaaabbb top1 top1 top1
Pa gani kira komponennya susah tidak ya terutama diprescalernya :64 dan file hex ada tidak...pengen cobain trxnya trims oya pa gani harga mpx 16 sampling berapa? PM juga boleh..trims
-
bagaimana kelanjutannya ya?
saya barusan beli saa1057 nih.
mau dipakai utk vfo di band hf, 2-30mhz.
kalau lc72131 apakah sama perlakuannya? ada 4 biji saya. tapi blom nemu rangkaian utk hf.
jadi minat belajar coding juga..
tks,
-
pengen belajar coding corong1 corong1 corong1 corong1 corong1 corong1
-
ada update? :) .... pada ngebrik di layar biru sih :p
-
ada update? :) .... pada ngebrik di layar biru sih :p
facebook ya om rudik :P hehehe