KOMUNITAS HOBBIYST ELEKTRONIKA - KHE
Diskusi Elektronika => Kategori Radio => Penerima (Receiver) => Topik dimulai oleh: dian pada Agustus 19, 2010, 01:02:36 AM
-
80m SSB Receiver dengan IC MC3362 dan DDS AD9835
receiver ini di desain tanpa perlu melilit inductor, semua induktor yang di gunakan adalah common value inductor yang sudah jadi.
komponen utama:
>IC MC3362 (dual conversion FM Receiver), hanya di gunakan fungsi dari dua mixer dan satu osilator di dalamnya
>IC DDS (Direct Digital Synthesizer) AD9835 sebagai local oscillator
>IC LM386 sebagai penguat audio
>Tr 2SC2570 sebagai front end dan IF amplifier
silahkan di lihat test running nya pada link berikut: http://www.youtube.com/watch?v=SpApueR2gmU (http://www.youtube.com/watch?v=SpApueR2gmU)
untuk skema nya mohon bersabar sedang di buat dulu..
-
gambar blok diagram
-
Band Pass Filter,
Band Pass Filter ini memiliki keistimewaan dari pillihan nilai komponen
sehingga bisa digunakan inductor dengan nilai standard yaitu sebesar 10uH
pada grafik dibawah terlihat filter ini meluluskan frekwensi 3.5 - 4.0 MHz
-
rangkaian RF (kecuali Local Oscillator) dibangun dengan IC MC3362
IC MC3362 memiliki 2 buah mixer dan 2 buah oscillator yang di memiliki kemampuan utk dual conversion FM receiver.
Dalam desain ini hanya di gunakan kedua mixer dan satu oscillator.
Mixer pertama yang memiliki sensitivitas tipikal 0.6uV di hubungkan ke penguat depan TR 2SC2570 (8-20db) dan Band Pass filter (-3-6db) sehingga di harapkan bisa di peroleh sensitivitas di sekitar 0.1-0.2 uV (saya tidak memiliki cukup instrument utk mengukurnya). Sinyal RF dari antenna di campur dengan isyarat osilator lokal yang di peroleh dari DDS dengan frekwensi 6.0-6.5 MHz. Dengan pilihan frekwensi antara (IF) sebesar 10MHz di peroleh cakupan frekwensi diantara 3.5-4.0 MHz. Keluaran dari mixer pertama di filter dengan crystall filter (ladder dari 4 buah crystall 10MHz). Sinyal ini kemudian di perkuat dengan penguat antara TR 2SC2570 yang kemudian di umpakan ke mixer kedua yang mencampur sinyal IF dengan isyarat Beat (BFO)
berupa crystall oscillator yang di geserkan sedikit frekwensi nya dengan linduktor dan varactor.
Keluaran dua kali proses pencampuran ini di perkuat oleh penguat audio LM386.
Rangkaian ini belum saya tambahkan AGC (bisa ditambahkan pada input dan output LM386 atau pada front end Amp)
-
Ada bagusnya ditambah rangkaian AGC atau paling tidak RF gain control. Untuk menghindari distorsi yang terjadi kalau menerima sinyal yang terlalu kuat.
-
Ada bagusnya ditambah rangkaian AGC atau paling tidak RF gain control. Untuk menghindari distorsi yang terjadi kalau menerima sinyal yang terlalu kuat.
Rencananya memang begitu Kang Paimo, masih milih2 nih mau di mana di tap untuk AGC nya, konsern saya saat ini masih di sensitivitas dulu.. seperti tulisan di atas yg paling mudah mungkin di input LM386 pake FET BS170.. walaupun mungkin bisa di IF amp atau bahkan di front end amp.. saya masih membandingkan sensitivitas penerimaan, kabar gembiranya dalam beberapa hari ini walaupun hanya dengan antenna kabel, sudah bisa terima stasiun dari surabaya, bali, semarang, bengkulu dan palembang.. mungkin nanti kalau antenna inverted v saya sudah nyantol.. bisa di test lagi
terima kasih apresiasinya
-
Lalu untuk oscillatornya apakah anda sudah pakai DDS AD9835?
-
Lalu untuk oscillatornya apakah anda sudah pakai DDS AD9835?
Betul saya pakai AD9835 untuk Local Oscillatornya, dan 50MHz Crystal Oscillator untuk frekwensi reference nya.
-
wah lha ya ini.. DDS ini sulit carinya.. Kalo pun ada harganya relatif mahal.. Kalo ga salah 800rb ya buat DDS nya..
-
wah lha ya ini.. DDS ini sulit carinya.. Kalo pun ada harganya relatif mahal.. Kalo ga salah 800rb ya buat DDS nya..
kalau beli jadi memang sekitar 800rb, tapi saya order chip nya lalu di rakit sendiri dengan ATMega8, akan tetapi dengan FLL atau PLL juga bisa dan sama baiknya, apalagi frekwensi nya cuma di bawah 10MHz saya coba juga pakai LM7000 dengan f step 1KHz hasilnya sama baiknya.. bahkan prototype pertama saya cuma pakai VCO biasa.. (potensiometer + varactor + tank coil)..
-
berikut user interface nya saya pilih menggunakan LCD graphic.. biar terlihat lebih indah,
juga terlihat rangkaian di dalam box, (sudah dilengkapi dgn TX nya)
(http://diankurniawan.files.wordpress.com/2010/08/gui-01.jpg)
(http://diankurniawan.files.wordpress.com/2010/08/board-01.jpg)
-
Wuih mantep sekalee , sudah transceiver ya Om Dian ? Masih single ended ya linear amplifiernya ? Biasa muncul di frekuensi berapa ? Saya biasanya di sekitar 3720kHz LSB.
-
Wuih mantep sekalee , sudah transceiver ya Om Dian ? Masih single ended ya linear amplifiernya ? Biasa muncul di frekuensi berapa ? Saya biasanya di sekitar 3720kHz LSB.
Iya nih Pak Paimo, sekarang saya langsung listen ke sana (3.720), benar masih single ended (wuah matanya tajam bener lihat PCB), PA nya baru 2N2222 + 2N2222 dan BD139, mungkin baru 0.5-1 Watt, saya lagi pilih2 IRF510 single ended apa mau yg pake balun.. rencananya PA nya mau saya buat terpisah, agar bisa di ganti2 karena rencana saya sekaligus SWR dan power meter di box PA nya ...
untuk sementara saya belum muncul dulu Pak.. nanti kalau sudah keluar 10-25 watt deh, inverted V saya juga belum nyantol, mungkin 1-2 minggu ini deh...
-
Ya mantep kalau PA nya terpisah .... jadi unit ini sebagai exciter saja . Pakai yg agak gedean dikit saja , IRFP250 pushpull bisa keluar 90watt lah kalau diberi tegangan 13,8volt......
Semalam saya cuma monitor saja , noise sangat tinggi .
-
Ya mantep kalau PA nya terpisah .... jadi unit ini sebagai exciter saja . Pakai yg agak gedean dikit saja , IRFP250 pushpull bisa keluar 90watt lah kalau diberi tegangan 13,8volt......
Semalam saya cuma monitor saja , noise sangat tinggi .
iya lagi milih2 dan itung2 biar bisa broadband mungkin mau pakai IRF840 aja pak.. sambil lihat2 harga mosfetnya juga, siapa tau bisa di mass pro
-
om, klo boleh tau DDS dan kristalnya beli dimana?
-
om, klo boleh tau DDS dan kristalnya beli dimana?
DDS saya beli di ebay, kristal beli di jaya plaza bandung