KOMUNITAS HOBBIYST ELEKTRONIKA - KHE
Diskusi Elektronika => Kategori Mikrokontroller/Robotik => Mikrokontroller Seri ATMEL => Topik dimulai oleh: sutiana pada Mei 25, 2010, 08:12:19 PM
-
Dengan bahasa basic mikrokontroler bisa lebih mudah.
lengkapnya lihat disini
http://tutorial-mikrokontroler.blogspot.com/2010/05/pemrograman-mcs51avr-dengan-bahasa.html
-
terima kasih mas sutisna, bahasa basic dengan kombinasi in line asembler seperti bascom memang mempermudah dan mempersingkat development time
salam
Dian Kurniawan
-
memang... pake bascom bisa muncul istilah ini "Programming of Microcontrollers with Ease" :) walopun sedikit boros memory bila dibandingkan dengan bahasa C dan atau Assembly....
lanjutkan rekan2...
mari belajar bersama.. "Sharing is the best way for improving our knowledge" cheers :)
-
memang... pake bascom bisa muncul istilah ini "Programming of Microcontrollers with Ease" :) walopun sedikit boros memory bila dibandingkan dengan bahasa C dan atau Assembly....
lanjutkan rekan2...
mari belajar bersama.. "Sharing is the best way for improving our knowledge" cheers :)
Biasanya saya make bahsa ASSEMBLER utk menghemat memorynya.
Saya pernah membandingkan aplikasi yg sama antara menggunakan bahasa C dengan ASSEMBLER.
Hasilnya wow... Klo bahasa C bila programnya di print bisa sampai 28 lembar kertas A4 drop1 bete1, sedangkan ASSEMBLER hanya 3 lembar kertas dada2 kalkulasi1.
-
basic ubah ke hex pakex softwere apa ya?? cari1 cari1 cari1 cari1 cari1 cari1 corong1
-
memang... pake bascom bisa muncul istilah ini "Programming of Microcontrollers with Ease" :) walopun sedikit boros memory bila dibandingkan dengan bahasa C dan atau Assembly....
lanjutkan rekan2...
mari belajar bersama.. "Sharing is the best way for improving our knowledge" cheers :)
Biasanya saya make bahsa ASSEMBLER utk menghemat memorynya.
Saya pernah membandingkan aplikasi yg sama antara menggunakan bahasa C dengan ASSEMBLER.
Hasilnya wow... Klo bahasa C bila programnya di print bisa sampai 28 lembar kertas A4 drop1 bete1, sedangkan ASSEMBLER hanya 3 lembar kertas dada2 kalkulasi1.
Setuju mas UG...
Memang bahasa lahiriah / natif dari micro controoller itu khan ASM ya... maksud saya, bahasa yang dimengerti microcontroller kan hanya bahasa mesin (Low level), sayang, manusia sangat sulit untuk paham bahasa ini... makanya dibuat bahasa ASM... yang kalo saya bilang, bahasa medium level... tetap harus ada konpilasi dari ASM ke iHEX. namun.. jelas, sangat efisien kalo konversinya dari ASM ke iHEX.. nah, karena ASM juga dirasa masi susah dipahami, maka lahir lagi bahsa yang lebih mudah lagi, yg biasa diistilahkan low level language. bahsa c dan basic masuk ke dalam kelas ini.. dari source ini, oleh kompiler akan diubah ke ASM, baru ke iHEX... ini kai, yang menurut saya, kadang softwarenya jadi kurang efisien.. baik dalam masalah RAM, flow, ataupun ringkasnya program...
-
Dengan bahasa basic mikrokontroler bisa lebih mudah.
lengkapnya lihat disini
http://tutorial-mikrokontroler.blogspot.com/2010/05/pemrograman-mcs51avr-dengan-bahasa.html
Link tidak aktif.. cari1
-
Dengan bahasa basic mikrokontroler bisa lebih mudah.
lengkapnya lihat disini
http://tutorial-mikrokontroler.blogspot.com/2010/05/pemrograman-mcs51avr-dengan-bahasa.html
Link tidak aktif.. cari1
Sudah aktif mas....ini saya udah download programnya....
-
pake Basic (Bascom) cepat jadi duit, pake Asembly bertele2 hrs mondar mandir antar register.
-
kelamaan dan capeeeek deehhhh... bete1
-
berlaku juga ngga untuk pic? ... ni pic rada jelimet ... baru berhasil pake proton basic to hex ... itu pun file nya jadi banyak ... termasuk dia konfersi dulu dari basic ke asm baru ke hex... kalo maen asm rada tinggkat tenggi
heeeeeeee............
-
Klo main BASCOM rada repot komunikasi serialnya....kadang data yang dikirim ada data 13 atau 10 yang diartikan sebagai kode "Enter" dan "Pindah Baris"...sama klo terima data dari PC repot buat intrap yg bisa menerima diluar program utama.....jadi program penerimaan data dari komputer harus dibuat dalam LOOPnya program utama......itu permasalahan yang saya hadapi sama 1 lagi klo main LCD kadang LCDnya ga nampil....direset dulu baru nampil khan jadi repot......
-
Pengalaman saya dengan BASCOM untuk hal-hal yg sifatnya tampilan dan bukan progam inti saya gunakan BASCOM language nya, untuk bagian dimana timming perlu akurat dan perlu kecepatan tinggia akan saya sisipkan bahasa assembly didalam bascom.
*. hasil "compile" dari bascom menurut saya cukup efisien selama trik2 pemrogrammannya baik, seperti penggunaan subroutine yg baik, penggunaan constant.
*. gunakan teknik memory overlay untuk alternatif pengolahan diatas 8 bit juga untuk memanfaatkan alokasi RAM yang terbatas
-
Untuk micon dengan alasan portabilitas code dan efiensi code, lebih seneng pake C daripada basic.
Khususnya pilih yang compilernya support standard ANSI C.
Contoh:
Hitech PICC, MPLAB XC untuk Microchip PIC
IAR EW AVR, CVAVR, ICCAVR untuk AVR family
Keil, IAR EW 8051 untuk 8051
Misal kalo saya mau ganti jenis mikrokontroler, saya masih bisa mengaplikasikan algoritma yang sudah pernah saya buat pada jenis mikro yang lain dengan tanpa menulis ulang kode dan tentunya dengan perubahan yang disesuaikan dengan fasilitas target.
proses porting code dari kompiler untuk ketiga jenis microcontroller tersebut bisa dilakukan dengan usaha yang lebih ringan daripada coding from stracth karena kompiler2 tersebut support standard ANSI C,, mod dengan tambahan syntax yang spesifik ke target.