KOMUNITAS HOBBIYST ELEKTRONIKA - KHE
Diskusi Elektronika => Kategori Dasar Elektronika => Komponen Aktif => Topik dimulai oleh: thpurwanto pada November 07, 2011, 02:11:55 PM
-
Cara mengetahui kaki transistor cara peling gampang dengan membuka datasheet transistor. Kalau tidak punya bisa dengan menggunakan multitester.
-
Tandai kaki2 transistor dengan X, Y dan Z.
Ambil multitester, posisikan pada x1 Ohm.
Cari kaki basis transistor:
- Tempelkan probe merah pada salah satu kaki, misalkan X.
- Tempelkan probe hitam pada kaki2 yang lain berturut-turut pada kaki Y can Z. Jika pada saat menempelkan pada kaki Y kemudia Z jarum meter tidak ada yang bergerak atau semuanya bergerak maka kemungkinan probe merah adalah basis. Jika keduanya tidak bergerak, kemungkinan transistor jenis NPN, demikian sebaliknya jika bergerak semua kemungkinan PNP. Jika hanya pada satu kaki Y atau Z saja yang bergerak kemungkinan basis nya Y atau Z. Ulangi, carilah konfigurasi sampai diketemukan jarum meter bergerak semua. Pastikan basis sudah ketemu dan jenis transistor NPN atau PNP.
-
Mencari Collector dan Emitor:
- Jika sudah ketemu basis dan jenis transistornya maka langkah berikutnya mencari C dan E.
- Pindahkan posisi ohm meter menjadi x10 kOhm.
- Misalnya transistor NPN. Pegang kuat ujung probe hitam dan tempelkan pada salah satu kaki selain basis (probe dan kaki transistor dipegang jadi satu)
- Tempelkan probe merah pada kaki yang lain (juga selain basis) dan jangan disentuh.
- Sentuh kaki basis. Jika jarum meter tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang lain. Sentuh kembali kaki basis. Jika jarum meter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama probe hitam adalah collector, kaki yang lain (probe merah) adalah emitor
- Untuk transistor PNP caranya sama cuma merah sama hitam dibalik.
Untuk transistor power biasanya bodi transistor terhubung dengan collector.
Semoga bisa membantu.
-
Mencari Collector dan Emitor:
- Jika sudah ketemu basis dan jenis transistornya maka langkah berikutnya mencari C dan E.
- Pindahkan posisi ohm meter menjadi x10 kOhm.
- Misalnya transistor NPN. Pegang kuat ujung probe hitam dan tempelkan pada salah satu kaki selain basis (probe dan kaki transistor dipegang jadi satu)
- Tempelkan probe merah pada kaki yang lain (juga selain basis) dan jangan disentuh.
- Sentuh kaki basis. Jika jarum meter tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang lain. Sentuh kembali kaki basis. Jika jarum meter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama probe hitam adalah collector, kaki yang lain (probe merah) adalah emitor
- Untuk transistor PNP caranya sama cuma merah sama hitam dibalik.
Untuk transistor power biasanya bodi transistor terhubung dengan collector.
Semoga bisa membantu.
ide1 ide1 ide1 makasih ilmunya,,,, baru tau saya cara nentuin kaki Colektor dan Emitor dengan AVO.
Maklum Katro he..he,,,
-
Untuk transistor power biasanya bodi transistor terhubung dengan collector.
Semoga bisa membantu.
ide1 ide1 ide1
Kecuali Transistor power VHF .... body terhubung dengan Emitor
-
Hehehe. jadi ingat sama 1947 yang bodinya disolder langsung ke bodi atau 1946 dan teman-temannya yang dibaut ke heat sink. Makasih Mas Pus infonya.
-
Mas Pur , multitester yang anda gunakan apa jenis analog? Saya gunakan multitester digital , hasilnya probe nya terbalik ( NPN : probe merah di basis , hitam di E dan C , dua2nya bergerak).
-
Kecuali Transistor power VHF .... body terhubung dengan Emitor
2SC1970 termasuk ga tuh?
-
Mas Pur , multitester yang anda gunakan apa jenis analog? Saya gunakan multitester digital , hasilnya probe nya terbalik ( NPN : probe merah di basis , hitam di E dan C , dua2nya bergerak).
Menggunakan multitester analog Kang.
-
Kecuali Transistor power VHF .... body terhubung dengan Emitor
2SC1970 termasuk ga tuh?
@Mas Jeplie, tidak semua transistor HF atau VHF bodi terhubung ke collector atau emitor. Seperti 2SC1947 bodi terhubung dengan emitor. Bentuk sama dengan 2N3053 tetapo bodi terhubung dengan colector. 2SC1970 seperti model kemasan T-30 meskipun transistor VHF umumnya bodi yerhubung dengan colector.
-
Keren, caranya inspiratif.... ide1 ide1 ide1
Saya juga baru sadar, bahwa membedakan C dan E bisa dengan jalan seperti ini.
Akan lebih efektif kalau tangan kita basah agar jadi resistor yang lebih rendah hehehe...
Logika sederhana:
Jika antara basis kolektor ada resistansi, maka akan ada arus kolektor.
Jika antara basis emitor ada resistansi, maka ndak ada arus kolektor.
Syaratnya sudah diketahui PNP/NPN (implikasi pada probe merah/hitam pada pin C dan E) dan kaki basis.
ide1 ide1
-
Betul sekali Mas Zia. Memang cara seperti ini kita memberi bias pada basis transistor. Kalau ada arus mengalir berarti yang dipegang itu adalah colector. Mencari kaki transistor yang paling mudah mencari kaki basis nya. Kalau gak ketemu maka kemungkinannya transistor itu rusak.
-
mantaff infonya...
-
Nice info om......
kalo pake avo digital gimana ya cara bedain colector dan emitornya???
jaman dulu saya pernah diajarin tapi lupa sekarang drop1
kalau gak salah emitor itu resistansinya lebih besar dari colector kalau di ukur dari basis....
ada yang bisa bantu gak gan???? konek1 hahahahaha......
-
trims infonya