KOMUNITAS HOBBIYST ELEKTRONIKA - KHE
Diskusi Elektronika => Kategori Dasar Elektronika => Komponen Passive => Topik dimulai oleh: gluiermo marconi pada September 03, 2011, 04:50:48 PM
-
bete1 Salam wat smuanya..saya dah keliling trid ga ketemu ( atw belum ketemu mgkin),sebuah pembahasan mengenai gimana cara nya membuat,menentukan ukuran kawat,,jenis kawat,atw seberapa banyak lilitnya,berinti apa tidak,,untuk sebuah benda atw tepatnya di sebut komponen yg sering atw mmg di perlukan untuk sebuah kit pmbangkit freqwensi,bisa jd ia brda di jalur LF,HF.atw bahkan VHF,kita sering memanggilnya dgn nama rgkas RCF/RFC (radio cok freqwnsi..)..terus terang sy sngat tertarik dgn komponen yg satu ini..krn sy ingin cb2 membuat sbuah pemncar yg bekerja di jalur bawah (HF).kmponen ini sngat di butuhkan..dan sy belum tau sm skali cr membuat rcf 2,5mh/100Ma,atw 2,5mh 300/ma,,mohon bantuan dr para senior,atw pd rekan2 yg sdh berpengalaman mmbuat nya,,atw stidak nya beri saya sebuah alamat link yg menjelaskan secara rinci tapi simple utk rcf ini..atas perhatian,usul serta saran,saya ucapkan terimaksih,,pd om momod,dan smua yg ikut membantu saya dalam menghadapi kenyataan ini...salam persaudaraan.. drop1
-
Mohon maaf,jika penempatan trid ini salah,,klo mmg salah sy mohon utk di pindahkan sesuai dgn adat istiadat,dan peraturan perundang2an yg berlaku di lingkungan ini.he he he he
-
mudah-mudahan ini bisa membantu... bacanya pelan-pelan saja kalkulasi1 kalkulasi1 kalkulasi1
(http://img403.imageshack.us/img403/3250/microsoftwordcarameranc.jpg)
Dengan cara tersebut saya membuat setiap RFC untuk keperluan perangkaian elektronika frekwensi tinggi hasilnya Teori==>Hitungan==>Praktek==>memuaskan sesuai yang diharapkan. (daftar acuan: Electonics Principles 3rd ed, Malvino , Electronics Telecomunication 3rd ed, Dennis Roddy & John Coolen, ARRL 2010, RSGB 10th ed)
mohon koreksi jika saya ada yang salah (namanya juga manusia...) cari1 cari1 cari1
-
di jelaskan dengan sejelas-jelasnya ide1 biasanya kalo bikin lilitan pake ilmu kira-kira doank, boys1 terimakasih Pak Bubun sudah bagi-bagi ilmunya... di tunggu share ilmu berikutnya...
-
Terimaksih kembali Bang Cungkrinx... salam kenal.. hallo1 semoga saja ada manfaatnya.. (jangan lupa senantiasa langsung koreksi saya jika melakukan suatu kesalahan atau 'penyesatan' ya.. ??? ??? :o
-
Waduh om bubun nipu nih.. masa namanya dikasih embel2 stupid, padahal aslinya pinter banget mpe kita2 bengong liat penjelasannya cari1
-
... drop1 drop1 drop1 duh, Bang Hexxer... jangan begitu.. drop1 drop1 drop1 salam kenal dari saya, ya.... hallo1 hallo1 hallo1
-
Mas bubun : Ada gak mas file documentnya, biar lebih enak bacanya. drop2
-
nah klo dah ada rumus baru bisa qt aplikasikan dgn ini http://www.whatcircuits.com/lc-resonance-frequency-calculator/ jd kita bisa padukan antara rfc atw induktor atw lilitan dgn kapasitor untuk membuat range freqwensi yg kita inginkan,,supaya hsil akhir rangkaian rf bisa bekerja sesuai dgn kodrat nya..wekekekek..silahkan mampir atw hanya skedar ngintip link di atas,smoga bermanfaat bagi penggila dunia RF...cekidot
-
mo tanya sama ustadz bubun....ttg dasar perancangan rfc dg menggunakan resistor yg dililit email, mohon pencerahannya...
-
Mas bubun stupid , saya ada pertanyaan nih .
Yang pertama tentang Rreflected = (2xVcc)^2 /8xPoutput , apakah itu sama dengan impedansi kolektor ?
biasanya impedansi disimbolkan dengan huruf Z.
Yang kedua tentang Reluktansi , XL=100 x Rreflected . Apakah ini bukannya reaktansi ?
-
ustadz bubun...sdikit mengoreksi perhitungan diatas, utk nilai L,stelah saya hitung ternyata ktemunya 3,82 x 10^-7 atau 0,0000003822 henry atau = 0,382 uH atau = 382,166 nH, stelah tak masukkan ke rumus bawahnya hasil akhirnya adalah 7,75 lilitan...stelah saya cocokkan ternyata ada software yg mungkin menggunakan persamaan dasar yg sama namanya coil calculator...buat rekan2 smua yg ingin membuat RFC sendiri silakan donlot di : http://www.ziddu.com/download/17119521/calcoil.rar.html
-
masYok... top1
..yang ini bener saya salah baca kalkulatornya.. kalkulasi1
silahkan dilihat revisinya.. hallo1
RFC dengan satu atau lebih resistor yang menjajar (paralel) padanya ditujukan untuk menentukan nilai Q tertentu dari respon RFC/kumparannya.
Tujuannya adalah jelas untuk memperoleh respon lebar jalur yang diinginkan.Cara merancangnya sama, hanya saja ini harus didasarkan dulu dari perancangan awalnya. gunakan Teknik Transformasi Rangkaian yang saya paparkan di thread "bagaimana.." jika masih kurang jelas nanti kita bahas bersama ya...
Mohon maaf saya jarang bisa OL...
Untuk Om Kang Paimo...
Reluktansi adalah nilai resistansi yang setara dari suatu kumparan pada frekwensi (elektromagnet) tertentu.
Jadi istilah reluktansi lebih khusu mengarah untuk kumparan / lilitan saja.
Berikut definisi Wikipedia:
Magnetic reluctance, or magnetic resistance, is a concept used in the analysis of magnetic circuits.
It is analogous to resistance in an electrical circuit, but rather than dissipating magnetic energy it stores magnetic energy
Reaktansi adalah nilai resistansi yang setara dari suatu komponen (bisa induktor bisa pula kapasitor) pada frekwensi tertentu.
Jadi istilah reaktansi bisa digunakan pada "Reaktansi Induktif" atau "Reaktansi Kapasitif" yang jika dalam bilangan dinyatakan sinbol X (+/-).
Berikut definisi wikipedia:
Reactance is the opposition of a circuit element to a change of electric current or voltage, due to that element's capacitance or inductance.
Z (impedansi) adalah paduan antara unsur resistive dan unsur reaktif
R'L (reflected load) adalah persamaan nilai resistive beban pada Colector dari transistor/komponen aktif lainnya.
Mohon maaf jika saya senantiasa tergesa-gesa / singkat saat O, ALL..!
(Kawan-kawan semua kiranya sudah tahu keadaan saya...)
-
Om Bubun ,
Kalau reluctance memang seperti itu definisinya , namun satuannya adalah Ampere/Weber .
http://www.qsl.net/g4cnn/units/units.htm
Sedangkan pada rumus yang anda tulis X(L)= 100 x R (Reflected) satuannya adalah ohm .
Terus terang baru kali ini saya membaca reluctance digunakan pada rangkaian RF .
Rumus anda tersebut mirip sekali dengan rumus X(L) = Q x R , dalam hal ini anda menggunakan Q=100 .
Mengenai R(Reflected) di rumus anda tersebut , apakah itu bukannya Load Resistance yang biasanya ditulis dengan R(L)? Dalam hal ini adalah Collector Load Resistance ?
R(L)=R dengan index L
-
Hmmm...semakin banyak ulasan atau penjelasan2 semakin terbuka peluang untuk mudah dimengerti..trims om bubun,kang paimo.
tapi masih tertinggal sebuah pertanyaan utk om bubun dan kang paimo..yaitu dimanakah gerangan saya bs mendapatkan nmr hp anda..??
-
iya neh Om Bubun sama Kang Paimo kmn ya....??? :( kangen sama share ilmunya....
-
Untuk kang Marconi , anda tanya dimana nomor hp saya ? Ada di hp saya nih.......he he he .... 0816 759 703
Kang Cungkrinx , ini saya sudah nongol...
-
oya kang paimo.klo misal RFC 2,5mh/300ma..kan lilitan nya berlapis2 tuh,,apa bisa qt convert ga berlapis2 lg,,apa bentuk ikut mempengaruhi,misal gulungan itu qt gulung biasa aja sampai qt dpt ukuran 2.5mh pke l-meter.tp untuk melihat 300ma nya gmn pak..??? mohon pencerahan
-
aseeeekkk... salah satu master kita dah nongol....
:-D
-
Ditunggu neh jawaban nya dr para master2 khusus nya tentang RFC,krn komponen ini spt nya blm bisa tergantikan ( terbuka kmgkinan bisa ) dalam dunia RF.trims
-
Gulungan pada RFC terpaksa harus berlapis lapis karena nilai induktansi yang diinginkan cukup tinggi yaitu 2,5mH , akibatnya ada nilai kapasitansi (seperti kapasitor) antar kawat . Nah nilai kapasitansi ini bersama dengan induktansi akan membentuk rangkaian resonansi, maka sebuah RFC selalu mempunyai frekuensi resonansi (self resonance).Frekuensi resonansi RFC diusahakan jangan sampai merupakan kelipatan frekuensi kerja.Sayangnya kita tidak tahu frekuensi resonansi sebuah RFC karena biasanya tidak tertulis .
Agar jumlah lilitan RFC berkurang , maka gunakan inti batang ferit (yang biasa digunakan untuk radio AM. Sedangkan diameter kawat menentukan arus maksimumnya.
-
hmmm sprti nya mudah tp wktu penggulungan agak susah,klo yg 2.5/100ma bisa lgsng di gulung,tp klo yg 200ma ke atas hrs di gulung berjejer sampai 4 baris diatas sbtg ferrit,hmmm apa setelah di lilit jejer pertama di lem altco,dulu,kemudian di lanjutkan baris kedua,,wuuiih ribet jg neh,,pertama coba lgsung amburadul dan jd kusut ga bs di pake lg...
-
OM Marconi , apa mau dipakai untuk penguat tabung kok bikin RFC 2,5 mH?
-
Sepertinya untuk penguat transistor,
Dulu saya juga pernah buat untuk pemancar am di 3.5 MHz pakai kit dari saturn.
-
Kalau RFC untuk kit Saturn , berhubung menggunakan transistor ,tentunya RFC tsb bisa diganti dengan nilai induktansi yang lebih kecil . Lihat contoh perhitungan Om Bubun Asbun (alias Bubun Stupid) sebelumnya.
-
Biasanya saya contek aja yg di sirkit PA.. 5 lilit inti udara ujungnya di selipin ferit menuju ground.. jadi dah..
;D ;D ;D
-
Klu di lht di http://www.rfparts.com/choke.html (http://www.rfparts.com/choke.html)...... choke 2.5mh ada bbrp bentuk single winding atau multi .....hitung2an sbg guide bgs, tp mestinya perlu L meter shg lbh yakin sesui kebutuhan.
-
BKN KANG PAIMO,TP MO BIKIN PEMANCAR SW MINI,PKE IRF250,BUAT NGEBRIK KAN BISA,PENERIMA PK RADIO BIASA.SELAIN ITU SAYA SUKA JALUR ITU KRN DAYA JELAJAH RF NYA JAUH.
-
Betul Om Marconi , masih banyak yang ngebrik dengan AM pada frekuensi disekitar 4,1MHz
-
Wahhhh.... jadi pingin iwak-1...iwakkk-2...iwakkk-3...
Klo boleh tahu siapa aja kang Paimo yg masih aktif ya? macam wak Miun, wak Heru, mas Yonta, bos Bombom dsb masih aktifkah??
-
iwwwwaaaakkk..iwak bandeng,mujair,sepat,betik,gurame..ayoo briikk brikk...naik 10 turun 25 naik 5 turun 15 lg,,wekekekekek...
-
Iwak peyek... Iwak peyek,
Iwak peyek... sego tempe.
Ojok ngenyek...ojok genyek...
KHE sing paling OKE!! :) :D
-
RFC Homebrew
Nov 25
Posted by jagawana80m
Rekan sekalian yang baru akan mulai menggarap pemancar AM 80m Band pasti menemui skema-skema jaman dulu yang menuntut kita menggunakan Radio Frequency Choke (RFC), biasanya dengan nilai 2,5 mH dengan kemampuan arus 100 mA, 200 mA, 300 mA atau 500 mA. Kendalanya adalah sekarang kita sulit sekali menemukan komponen RFC tersebut di toko elektronik. Apakah kita bisa membuat sendiri, mari kita coba bereksperimen :
1. Kawat email 0,7 mm digulung pada ferit batang. Dibuat dulu wadah untuk menggulung, panjang 3 cm tebal 0,5 cm, diameter lubang tengah untuk inti ferit = 1 cm. Digulung sembarangan bertumpuk kira-kira 250 lilit (Koreksi pada update di bawah). Nilai induktansi sekitar 4 mH. Untuk menggantikan RFC 500 mA cukup memadai, tinggal jumlah lilitan disesuaikan (dikurangi sedikit gitu Brow . . . ).
2. Kawat email 0,3 mm digulung pada ferit panjang sekitar 2 cm, 200 lilit baru menghasilkan 1,1 mH. Coba nanti lilitannya kita tambah lagi. Sabaaar gitu ya Bro …. Mestinya RFC yang ini bisa menggantikan yang sekitar 200 mA.
Selanjutnya lihat update di bawah.
Bagaimana saya membuatnya :
Untuk mempermudah pekerjaan, saya tidak membuat koker atau kelos khusus untuk menggulung kawat, cukup bikin pinggirannya dari potongan PCB. Silahkan tonton gambarnya.
Bagian tembaga yang lebar untuk menyolderkan kawat email dan hubungan ke bagian-bagian lain sehingga lilitan tidak terganggu. Bagian bawah yang sempit disolderkan ke PCB induk sebagai “kaki” RFC yang tidak berhubungan dengan koil-nya ( cuma berfungsi menempelkan koil ke PCB induk ).
Di bawah ini yang 250 lilit kawat email 0,7 mm digulung acak-acakan pada ferit panjang 3 – 4 cm.
Koil yang sama dg di atas, dikurangi 100 lilit.
Yang dibawah ini pakai kawat 0,3 mm, baru 200 lilit pada ferit 2 cm . Bisa langsung dipakai kalau rangkaian minta induktor 1 mH.
KOREKSI TERBARU :
Dengan rasa penasaran karena koil yang dikurangi lilitannya tidak sebanding dengan catatan awal maka RFC dibongkar dan dihitung ulang.
1. RFC dengan kawat email 0,6 – 0,7 mm, digulung acak pada ferit panjang 3 – 4 cm, jumlah lilitan adalah 300 lilit induktansi = 2,6 mH. Setelah digulung ulang jumlah 300 lilit dibagi menjadi 3 bagian, induktansi sekitar 2,8 mH.
2. RFC dengan kawat email 0,3 mm, digulung acak pada ferit panjang 2 cm, jumlah lilitan sudah ditambah menjadi total 300 lilit induktansi = 3,2 mH.
Setelah lilitan dikurangi menjadi 270 lilit maka induktansi menjadi 2,6 mH.
Tentang kapasitas arus, jika dibandingkan dengan RFC 2,5 mH 100 mA tebal kawat emailnya kira-kira hanya 0,1 atau 0,15 mm tentunya RFC homebrew di atas kapasitas arusnya jauh lebih besar.
PALING TERBARU :
RFC 100 mA dibuat pada ferit panjang 1 cm, kawat email 0,1 mm ? ?, jumlah lilitan 250 lilit setelah diukur nilai induktansi 2,2 mH. Kawat email setebal rambut, kalau tidak salah berasal dari bongkaran trafo adaptor 500 mA bagian primer (tap 110/220 Volt).
Percobaan awal 350 lilit = 4,4 mH.
Lilitan dikurangi 100, induktansi menjadi 2,2 mH sudah cukup memadai untuk menggantikan yang 2,5 mH.
KESIMPULAN :
Pembuatan RFC alternatif dengan induktansi mendekati 2,5 mH, dengan kapasitas arus :
a. 100 mA = 250 – 270 lilit kawat email halus ( 0,1 mm ??? ) pada batang ferit dengan panjang 1 cm.
b. 200 – 300 mA = 270 lilit kawat email 0,3 mm pada batang ferit dengan panjang 2 cm.
c. 500 mA (lebih) = 280 – 300 lilit kawat email 0,6 – 0,7 mm pada batang ferit panjang 3 – 4 cm, gulungan dibagi 3 kamar masing-masing 100 lilit.
Pada semua RFC ini kawat email digulung secara acak, asal-asalan maju mundur ke atas ke bawah terserah anda, gitu Bro . . .
Berapa nilai induktansi RFC 2,5 mH 100 mA ?
TRIO RFC didampingi penduduk asli RFC 2,5 mH 100 mA :
Perbandingan anggota RFC Homebrew terbesar dan terkecil :