Penulis Topik: baterai laptop drop  (Dibaca 570 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline mr.jumper

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 15
  • i love jumper
baterai laptop drop
« pada: Januari 20, 2013, 12:14:11 AM »
Apakah baterai laptop anda telah drop? Baru dipakai kurang dari satu jam tapi sudah minta charge? Atau malah lebih parah lagi?
Disini saya mencoba meluruskan anggapan SALAH yang terlanjur beredar di masyarakat tentang baterai serta informasi-informasi sangat penting terkait hal tersebut.

Baterai yang digunakan pada laptop kita berjenis Li-ion (Lithium-ion, tidak saya bahas detailnya karena tulisan ini tidak fokus pada hal tersebut) yang bekerja karena adanya pergerakan ion. Idealnya, mekanisme yang digunakan memungkinkan baterai untuk dapat digunakan selamanya, tapi jelas itu tidak mungkin. Suatu ketika baterai pasti mengalami apa yang kita sebut sebagai baterai drop atau ada juga yang menyebut battery aging (selanjutnya saya sebut penuaan). Setidaknya ada 4 faktor yang MEMPERCEPAT proses penuaan tersebut. Disini saya tidak akan membahas detail teknis, tetapi hanya sekedar overview saja.

1. Cycle count limit (battery life cycle)

Faktor ini merupakan faktor alamiah yang dimiliki tiap baterai. Jadi, kita tidak mungkin menambah batasan cycle count yang dimiliki baterai. Lalu, apakah cycle count itu? Ketika kita menggunakan laptop dari full charge sampai nyaris habis, kemudian kita charge sampai full lagi, itu dihitung sebagai 1 cycle. Dengan kata lain 1 cycle = 1 charge + 1 discharge. Perhitungan tersebut tidak selalu dalam satu waktu, jadi misal hari ini 1 charge kemudian beberapa hari kemudian baru 1 discharge, itu baru dihitung 1 cycle.

Nah, ada spa dengan cycle count ini? Semua baterai Li-ion memiliki batasan maksimal cycle count sebelum baterai akan mulai menua (berkurang kapasitasnya), sekali lagi hal ini alami. Batasan cycle count tiap baterai berbeda-beda, tergantung pabrik pembuatnya dan jenis baterainya. Setahu saya, rata-rata cycle count baterai laptop adalah berkisar antara 300-500, meskipun Apple mengklaim bahwa mac book pro buatannya memiliki cycle count sampai 1000. Kira-kira sudah paham kan arah tulisan saya? Intinya adalah jika kita sering charge-discharge laptop kita, secara otomatis akan mempercepat penuaan baterai laptop. Ketika cycle count mencapai batasan yang ditetapkan pabrik, maka kapasitas baterai akan turun hingga 80% dan berangsur-angsur akan terus turun. Untuk mengetahui cycle count baterai laptop anda saat ini, bisa menggunakan software (cari di internet ya).

Oleh karena itu, saya tekankan, jika kita charge laptop sampai penuh, kemudian kita cabut powernya kemudian kita gunakan sampai habis, kemudian charge lagi, itu sama saja tindakan “mempercepat penuaan”, tindakan yang cukup konyol tapi sering orang lakukan. Kita asumsikan batasannya 300 dan misalnya kita melakukan 1 cycle tiap hari, maka hitungan kasarnya setelah 1 tahun baterai akan “habis”. Masuk akal kan? Sehingga akan lebih aman jika sebisa mungkin kita charge laptop dan tidak perlu dilepas powernya ketika telah full. Banyak orang takut alasannya karena akan terjadi overcharge, tapi hal itu sudah bukan masalah pada laptop jaman sekarang. Jadi, keep charging!

2. DoC (Depth of Charge)

Hal lain yang juga berpengaruh adalah DoC atau kedalaman charge. Dalam jumlah cycle count yang sama, jika kita charge laptop ketika baterai tinggal 10% dibandingkan dengan ketika baterai tinggal 50% misalnya, hasilnya akan berbeda, dan itu berpengaruh terhadap daya tahan baterai. Sebuah riset menunjukkan bahwa semakin banyak sisa power baterai ketika mulai charge, maka akan semakin baik untuk usia baterai. Jadi charging ketika sisa tinggal 90% akan jauh lebih baik dibanding charging ketika sisanya tinggal 10%. Yup, sekali lagi memang lebih baik charging setiap saat.

3. SoC (State of Charge)

Ketika laptop tidak digunakan dalam waktu yang lama, sekitar 1 bulan, maka dianjurkan untuk kondisikan baterai pada state of charge sekitar 40%, atau setidaknya 50%. State of charge adalah istilah untuk sisa power yang ada dalam baterai. Akan cukup riskan bagi baterai jika disimpan dalam waktu lama dalam kondisi full charged, yang akan berakibat pada berkurangnya usia baterai secara signifikan. Hal ini terlepas dari apakah baterai dilepas dari laptop maupun tidak.

4. Temperature

Hampir semua peralatan elektronik pasti memiliki batas maksimal temperatur, begitu juga dengan baterai. Panas yang berlebihan memang tidak berpengaruh pada cycle count, tapi dapat merusak baterai secara langsung. Sebisa mungkin jangan sampai panas baterai melebihi 30 derajat celcius. Oleh karena itu, harap diperhatikan pemakaian laptop anda, apakah sirkulasi udaranya bagus atau tidak, dan juga jangan meletakkan laptop pada tempat dengan suhu tinggi. Saya yakin poin ini semua orang pasti sudah tahu.

5. Voltage

Setiap baterai laptop memiliki stander voltase yang berbeda-beda. Terkait dengan hal tersebut, yang saya tekankan adalah selalu gunakan charger yang benar-benar sesuai. Beda charger (beda pabrik pembuat) sangat dimungkinkan memiliki voltase yang berbeda meskipun diklaim untuk laptop yang sama. Jika voltase charger yang digunakan dibawah standar baterai pada laptop kita, itu relatif aman, tetapi jika lebih tinggi akan berbahaya untuk baterai, dapat mengakibatkan kerusakan. Jadi, gunakan selalu charger yang original bawaan dari laptop.
Sekedar berbagi informasi, semoga bermanfaat. Jika ada yang mau didiskusikan, silakan.
mr.jumper